https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/142bdde5-3765-4bde-b355-b4a451931310.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0ab41524-0c24-4bb2-b648-2c0e2c63ad46.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e3ab7d00-e991-42ea-b4ed-143d35ee1830.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e3caabda-f933-4c88-9c67-cc6a78273261.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/195723e1-5587-4f1c-9d60-975e8cf26d3d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/142bdde5-3765-4bde-b355-b4a451931310.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0ab41524-0c24-4bb2-b648-2c0e2c63ad46.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/195723e1-5587-4f1c-9d60-975e8cf26d3d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/142bdde5-3765-4bde-b355-b4a451931310.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0ab41524-0c24-4bb2-b648-2c0e2c63ad46.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e3ab7d00-e991-42ea-b4ed-143d35ee1830.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e3caabda-f933-4c88-9c67-cc6a78273261.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/195723e1-5587-4f1c-9d60-975e8cf26d3d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/142bdde5-3765-4bde-b355-b4a451931310.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0ab41524-0c24-4bb2-b648-2c0e2c63ad46.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e3ab7d00-e991-42ea-b4ed-143d35ee1830.jpg

Waymo: Tesla Tidak Akan Pernah Mencapai Full Self Driving

25 January 2021

dilihat 63x

Mobilku.com - Beberapa bulan kebelakang, Tesla selalu tampil percaya diri karena memiliki sistem Full self-driving yang sudah diperbarui. Namun menurut CEO Waymo, John Krafcik, sistem "full self-driving" milik Tesla bukanlah pendekatan yang tepat untuk memperkenalkan kendaraan yang sepenuhnya otonom.


"Ini adalah kesalahpahaman bahwa Anda dapat dengan mudah mengembangkan sistem bantuan pengemudi lebih jauh sampai suatu hari Anda dapat secara ajaib beralih ke sistem mengemudi yang sepenuhnya otonom," kata Krafcik saat di wawancara.


Sistem autopilot Tesla sebenarnya telah dikritik selama bertahun-tahun karena cara pemasarannya, terlebih karena penamaan barunya yang disebut sebagai 'Full-Self Driving'. Istilah 'Full-Self Driving' sendiri telah membuat sejumlah pelanggan percaya bahwa sistem bantuan pengemudi milik Tesla sudah sepenuhnya otonom. Padahal, hal tersebut tidaklah benar. Karena pada dasarnya, setiap orang yang duduk di belakang kemudi harus siap untuk melanjutkan kendali dan tidak melepaskannya begitu saja. Krafcik juga mengatakan bahwa dia tidak melihat Tesla sebagai pesaing dalam kendaraan otonom, terutama pada pengembangan sistem bantuan pengemudi.


Menanggapi hal tersebut, Elon Musk mengatakan bahwa dia "sangat yakin" jika perusahaannya akan mampu menawarkan fungsi otonom secara penuh pada akhir tahun ini sebagai layanan berlangganan. Fitur Full Self-Driving Tesla versi beta sebenarnya sudah dirilis untuk sejumlah pemilik Tesla pada akhir tahun lalu, dimana Tesla juga mengharapkan feedback dari para pemilik.


Saat ini, banyak perusahaan berlomba-lomba untuk menghadirkan teknologi otonom. Waymo, yang merupakan perusahaan teknologi milik Google, dianggap sebagai salah satu pemimpin di industri tersebut. Waymo sendiri telah mengoperasikan armada kendaraan yang sepenuhnya tanpa pengemudi di wilayah Phoenix sebagai layanan ride-hailing. Mereka juga sedang mengembangkan lebih lanjut sistem 'Waymo Driver' baik di jalan nyata maupun simulasi.


Keputusan awal Waymo adalah menghadirkan sistem self-driving yang benar-benar berfungsi tanpa adanya pengemudi, dan bukan sistem yang bisa dinyala matikan oleh pengemudi di belakangnya. Selain tidak aman, menaruh pengemudi di balik sistem otonom itu dianggap berbahaya karena masih ada faktor human error yang akan terjadi. Terobosan terbesar Waymo terjadi pada bulan Oktober lalu, dimana semua armada ride-hailing nya dapat beroperasi secara penuh tanpa ada satupun pengemudi yang mengawasi.

0 Komentar


Tambah Komentar