https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c53cffb6-f404-4b13-a9db-c61348f925b2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7b8d50a6-98d2-4ded-85a7-bd7ab7c22910.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3a737b37-b40f-4a38-876c-ae44f91567f0.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/93ce80ad-dd4b-4760-bb3c-7370bd91c75e.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f0e2bc45-a1cf-44af-8f0c-714ea9ad5344.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c53cffb6-f404-4b13-a9db-c61348f925b2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7b8d50a6-98d2-4ded-85a7-bd7ab7c22910.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f0e2bc45-a1cf-44af-8f0c-714ea9ad5344.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c53cffb6-f404-4b13-a9db-c61348f925b2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7b8d50a6-98d2-4ded-85a7-bd7ab7c22910.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3a737b37-b40f-4a38-876c-ae44f91567f0.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/93ce80ad-dd4b-4760-bb3c-7370bd91c75e.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f0e2bc45-a1cf-44af-8f0c-714ea9ad5344.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c53cffb6-f404-4b13-a9db-c61348f925b2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7b8d50a6-98d2-4ded-85a7-bd7ab7c22910.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3a737b37-b40f-4a38-876c-ae44f91567f0.jpeg

Waduh! Data Pelanggan Volkswagen AS Bocor di Jagat Maya

15 June 2021

dilihat 73x

Mobilku.com - Kabar buruk tampaknya sedang menghantui Volkswagen. Menurut laporan dari sebuah surat kabar, vendor digital tanpa nama yang digunakan oleh Audi dan beberapa dealer Amerika Utara untuk penjualan dan pemasaran terdeteksi telah menyebarkan data elektronik para pelanggan di bulan Agustus 2019 hingga Mei 2021. Waduh, kok bisa?


Dilansir dari Reuters, mayoritas pelanggan yang terkena dampak adalah pelanggan Audi, tetapi tidak ada kabar kendaraan mana yang paling terpengaruh. Menurut laporan, pihak ketiga yang tidak disebutkan namanya tersebut mungkin telah mengakses data milik pelanggan seperti nama lengkap, alamat pribadi atau bisnis, alamat email, hingga nomor telepon.


"Kami menjaga keamanan informasi Anda dengan sangat serius. Kami telah memberitahu pihak berwenang, termasuk penegak hukum dan regulator. Kami akan terus bekerjasama dengan pakar keamanan cyber untuk menilai dan menanggapi situasi ini dan telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini dengan vendor," ujar Presiden Audi Amerika, David Weissland.


Sayangnya untuk Volkswagen dan Audi, itu mungkin bukan respons yang cukup baik. Laporan itu terus mengatakan bahwa pihak ketiga tersebut mungkin saja telah mengakses informasi sensitif yang berkaitan dengan pembelian, pinjaman, atau sewa dari sekitar 90.000 klien Volkswagen dan Audi di wilayah AS dan Kanada.


Bahkan, ada kemungkinan jika sejumlah data seperti tanggal lahir, nomor Jaminan Sosial, nomor rekening, hingga nomor pajak beberapa pelanggan mungkin sudah tersebar.


Atas kejadian tersebut pihak Volkswagen dan Audi mendesak pelanggan mereka untuk mewaspadai jika ada email atau akses komunikasi lain yang meminta informasi pribadi. Kami hanya berharap agar data yang bocor tersebut tidak pernah dimanfaatkan, karena jika sampai ada kasus nama besar Volkswagen akan sangat tercoreng.

0 Komentar


Tambah Komentar