https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f1835a87-333f-4c94-b83b-86b108738644.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/fc5db9bf-69b0-45a8-a1aa-efe6f1141647.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4c5c30ac-b3dc-4234-90b6-d651ea2bca32.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/13d21f2e-d454-4a9a-8db8-6a8852cf33ee.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7ef6de5a-4eb0-42c1-9f54-1e51eedfc2b1.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f1835a87-333f-4c94-b83b-86b108738644.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/fc5db9bf-69b0-45a8-a1aa-efe6f1141647.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7ef6de5a-4eb0-42c1-9f54-1e51eedfc2b1.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f1835a87-333f-4c94-b83b-86b108738644.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/fc5db9bf-69b0-45a8-a1aa-efe6f1141647.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4c5c30ac-b3dc-4234-90b6-d651ea2bca32.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/13d21f2e-d454-4a9a-8db8-6a8852cf33ee.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7ef6de5a-4eb0-42c1-9f54-1e51eedfc2b1.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f1835a87-333f-4c94-b83b-86b108738644.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/fc5db9bf-69b0-45a8-a1aa-efe6f1141647.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4c5c30ac-b3dc-4234-90b6-d651ea2bca32.jpg

VW Merasa Positif Dengan Penjualan Mobil di Cina

10 December 2019

dilihat 68x

Mobilku.com - Volkswagen Group mengatakan bahwa mereka mengharapkan Cina, sebagai pasar mobil penumpang terbesar di dunia untuk meningkat secara perlahan tetapi stabil di tahun depan selama 3 sampai 4 tahun.


Diterjang oleh perlambatan ekonomi, perang perdagangan antara AS-China dan implementasi yang masih kacau pada peraturan emisi baru, penjualan kendaraan di Cina diperkirakan merosot sebanyak 8% tahun ini setelah mengalami penurunan sebanyak 2,8% tahun lalu menjadi 28,1 juta.


Menurut Stephan Woellenstein (CEO VW Group di Cina), “tahun depan kami memprediksi lingkungan pasar keseluruhan yang stabil, mungkin dengan pertumbuhan yang agak kecil.” “Cina mungkin bertumbuh pada kecepatan yang relatif rendah sampai sekitar tahun 2023 dan tahun 2024, sampai kami kembali pada level penjualan tahun 2017. Kemudian kita juga akan melihat kelanjutan dari pertumbuhan," tambahnya.


Volkswagen telah menjadi salah satu produsen mobil dengan penjualan yang paling kuat di Cina tahun ini, setelah meluncurkan delapan SUV yang diproduksi secara lokal sejak kuartal terakhir tahun 2018. Penjualan kendaraan Volkswagen di Cina mengalami kenaikan sebanyak 6,7% pada bulan Oktober. Mereka mengalami penurunan sebanyak 1,8% dari awal tahun sampai saat ini tetapi itu jauh lebih baik dibandingkan sebanyak 12% mengalami penurunan penjualan mobil penumpang di seluruh industri Cina selama periode yang sama.


Produsen mobil tersebut telah membuat Cina menjadi medan pertempuran sebagaimana hal itu mendorong maju elektrifikasi dengan mengeluarkan sebanyak milyaran dollar untuk pengembangan produk. Perusahaan tersebut diperkirakan akan menjual sekitar 500.000 unit kendaraan energi baru per tahun di Cina di tahun 2023, banyak yang akan menjadi bagian dari barisan armada ID yang baru pada kendaraan listrik bertenaga baterai.


“Kami sangat percaya bahwa kendaraan listrik armada ID akan menjadi pasar mobil paling besar untuk Volkswagen di Cina,” kata Woellenstein.


Dua tahun yang lalu, perusahaan tersebut mengungkapkan rencananya untuk menjual sebanyak 1.5 juta unit kendaraan energi-baru, yang juga termasuk mobil hybrid plug-in, per tahun di Cina pada tahun 2025. Volkswagen telah membangun pabrik kendaraan listrik senilai $2.5 billion atau sekitar Rp. 29,4 triliun dengan mitranya SAIC Motor yang akan memiliki kapasitas output tahunan sebanyak 300.000 unit mobil dan memulai produksi percobaannya bulan ini. Hal ini juga merupakan pembenahan dari fasilitas pabrikan di Foshan dengan mitranya FAW Group untuk membangun kendaraan listrik. VW berencana untuk menginvestasikan lebih dari $4.4 milyar di Cina tahun depan.

0 Komentar


Tambah Komentar