https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/413ccf80-3b32-4637-8d61-abbb378a6af1.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/74b2337c-c66f-4f8a-ae01-49e66e81197a.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3a5114a9-4af6-4978-b161-81fb322fdc96.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/cb5cd648-9590-44cf-ba40-1d48aed16435.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5698d42e-2e63-4945-92e2-fa3ddc925a9d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/413ccf80-3b32-4637-8d61-abbb378a6af1.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/74b2337c-c66f-4f8a-ae01-49e66e81197a.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5698d42e-2e63-4945-92e2-fa3ddc925a9d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/413ccf80-3b32-4637-8d61-abbb378a6af1.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/74b2337c-c66f-4f8a-ae01-49e66e81197a.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3a5114a9-4af6-4978-b161-81fb322fdc96.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/cb5cd648-9590-44cf-ba40-1d48aed16435.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5698d42e-2e63-4945-92e2-fa3ddc925a9d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/413ccf80-3b32-4637-8d61-abbb378a6af1.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/74b2337c-c66f-4f8a-ae01-49e66e81197a.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3a5114a9-4af6-4978-b161-81fb322fdc96.jpeg

Volkswagen Group Kehilangan Profit Hingga 50 Persen Akibat Pandemi

23 January 2021

dilihat 51x

Mobilku.com - Volkswagen melaporkan bahwa keuntungan mereka di tahun 2020 turun sebanyak 50 persen akibat dampak dari pandemi global. Namun dibalik kerugian tersebut, Volkswagen tercatat masih mampu melakukan rebound berkat penjualan mobil premium di Tiongkok serta pengiriman kuartal keempat yang membantu mereka sedikit bisa bertahan.


Volkswagen group mengatakan bahwa laba operasi setahun penuh mereka hanya mencapai 10 miliar euro, cukup jauh jika dibandingkan dengan tahun 2019 yang mencapai 19,3 miliar. Namun karena perusahaan ini juga harus membayar denda akibat kasus skandal emisi diesel, analis memperkirakan bahwa laba operasi setahun penuh mereka hanya akan mencapai 4,8 miliar euro.


Menanggapi hal tersebut, pihak perusahaan mengatakan bahwa arus kas bersih di divisi otomotifnya ada sekitar 6 miliar euro, dan pengiriman mobilnya pun sudah mulai meningkat menjelang akhir tahun. "Pengiriman ke pelanggan Grup Volkswagen terus pulih dengan kuat pada kuartal keempat dan bahkan melampaui pengiriman kuartal ketiga 2020," katanya.


Tahun 2020 yang bergejolak bisa dibilang sebagai tahun kinerja terparah bagi Volkswagen dan industri otomotif lainnya. Penurunan penjualan yang dipicu oleh pandemi menyebabkan kerugian pada kuartal kedua, sebelum akhirnya Volkswagen mampu kembali mencetak keuntungan pada kuartal ketiga karena melonjaknya permintaan kendaraan mewah di Tiongkok.


Volkswagen bersama dengan industri lainnya hingga saat ini masih harus menghadapi tantangan pandemi, termasuk berkurangnya pasokan suku cadang dan peraturan lockdown yang membuat beberapa pangsa pasar terpaksa harus tutup. Tidak menutup kemungkinan jika tahun 2021 akan sama sulitnya seperti kemarin, namun semua berharap agar tahun ini bisa lebih ramah. 


Selain harus berjuang melewati pandemi, Volkswagen juga masih harus menghadapi persaingan ketat dalam mengembangkan mobil listrik dan self-driving. Dimana salah satu beban terberatnya adalah Stellantis yang merupakan usaha gabungan antara Fiat Chrysler dan PSA.

0 Komentar


Tambah Komentar