https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d2dd3ba4-2e9b-43ca-b8d0-b10368e94ef0.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c530015a-4c97-4811-831a-9f4ddec47416.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/77138328-4482-4fcf-9d18-19d59521dadc.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/483f4874-f18b-404e-b7bb-8fdd5e1c89c2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/071b42c9-0d21-4b07-a2dd-f074b5094ed3.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d2dd3ba4-2e9b-43ca-b8d0-b10368e94ef0.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c530015a-4c97-4811-831a-9f4ddec47416.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/071b42c9-0d21-4b07-a2dd-f074b5094ed3.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d2dd3ba4-2e9b-43ca-b8d0-b10368e94ef0.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c530015a-4c97-4811-831a-9f4ddec47416.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/77138328-4482-4fcf-9d18-19d59521dadc.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/483f4874-f18b-404e-b7bb-8fdd5e1c89c2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/071b42c9-0d21-4b07-a2dd-f074b5094ed3.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d2dd3ba4-2e9b-43ca-b8d0-b10368e94ef0.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c530015a-4c97-4811-831a-9f4ddec47416.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/77138328-4482-4fcf-9d18-19d59521dadc.jpg

Viral! Pesenam ini Tak Sengaja Rekam Proses Kudeta Militer

03 February 2021

dilihat 67x

Mobilku.com - Myanmar merupakan sebuah negara yang lekat dengan sejarah kekuasaan militer selama lima dekade terakhir. Saat ini, negara yang bermimpi ingin menjadi negara demokrasi tersebut harus menerima pukulan keras terhadap mimpinya, karena para pejabat militer nya sedang melangsungkan kudeta terhadap pemerintahan. 


Baru-baru ini, beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang guru olahraga yang sedang mengajar kelas aerobik online dengan latar yang cukup mengejutkan. Bagaimana tidak, ketika ia sedang melakukan gerakan senam, dibelakangnya melintas sebuah convoy kendaraan serba hitam yang sepertinya sudah siap melakukan kudeta kepada pemerintahan Myanmar.


Dalam video yang tersebar di jagat maya tersebut, terlihat konvoi kendaraan yang dipimpin oleh truk besar bergaya Bearcat dan sebuah mobil lapis baja. Di Belakangnya, terlihat diikuti oleh sebuah mobil yang mirip dengan Ford Expedition, dua Toyota Highlanders, dan juga Mercedes-Benz S-Class. Video yang tersebar ini sempat menimbulkan keraguan, karena bayangan dalam video itu terpotong dan seperti video editan. Banyak juga yang menyebut jika video ini palsu dan hanya mencari sensasi semata.


Namun jika kita membuka Google Maps, video yang difilmkan ini berlokasi di "Royal Lotus Roundabout" tepat berada di dalam kompleks Parlemen Myanmar. Pengambilan angle video nya mungkin secara kebetulan menuju arah pintu masuk parlemen, sehingga apa yang terjadi disana terekam secara tidak sengaja. Video ini kemungkinan benar adanya, namun Khing Hnin Wai selaku orang yang ada di dalam video tersebut sepertinya benar-benar tidak sadar tentang apa yang terjadi di belakangnya.


Kudeta itu sendiri dipicu oleh ketidakpuasan hasil pemilihan umum Myanmar, yang menurut Associated Press, hasil pemilu ini akan menghasilkan badan baru yang bisa dipilih secara demokratis dan membebaskan militer dari kendali politik. Alih-alih menjaga stabilitas negara, kekuatan militer malah merebut kekuasaan pada hari pertama parlemen baru akan bertemu, dengan alasan bahwa pihak pemerintahan (Aung San Suu Kyi) melakukan kecurangan pada saat pemilu 20 November lalu.


Kejadian ini sebenarnya bukanlah kudeta yang pertama kali terjadi di negara yang sebelumnya bernama Burma tersebut. Sebab, kudeta pertama terjadi pada tahun 1962 dimana gerakan tersebut berhasil membawa militer ke puncak kekuasaan. Sejak tahun 2011, Myanmar mulai melakukan reformasi menuju negara demokrasi secara bertahap, mereka bahkan mulai melakukan pemilihan umum secara bebas pada tahun 2015. Pemilu tersebut akhirnya membawa Aung San Suu Kyi - yang merupakan putri seorang pahlawan kemerdekaan - untuk menjalankan kekuasaan, momen ini juga dianggap sebagai pemilihan umum paling bebas dalam 25 tahun terakhir sejarah Myanmar.

0 Komentar


Tambah Komentar