https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/af75811e-2f36-4047-b7e3-7324516086b3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/cf53dc3e-0290-4c04-aad9-1a5b89d16227.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b69d2c90-0248-455d-98d0-37e219cc05e5.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7a1ccec2-98bb-4bc2-bc6e-d944b521c6f1.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0d04580a-b929-4f14-9a73-cc14c9187ed4.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/af75811e-2f36-4047-b7e3-7324516086b3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/cf53dc3e-0290-4c04-aad9-1a5b89d16227.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0d04580a-b929-4f14-9a73-cc14c9187ed4.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/af75811e-2f36-4047-b7e3-7324516086b3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/cf53dc3e-0290-4c04-aad9-1a5b89d16227.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b69d2c90-0248-455d-98d0-37e219cc05e5.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7a1ccec2-98bb-4bc2-bc6e-d944b521c6f1.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0d04580a-b929-4f14-9a73-cc14c9187ed4.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/af75811e-2f36-4047-b7e3-7324516086b3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/cf53dc3e-0290-4c04-aad9-1a5b89d16227.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b69d2c90-0248-455d-98d0-37e219cc05e5.jpg

Usai Digugat, Uber Akan Berikan Jatah Cuti Sakit

04 May 2020

dilihat 38x

Mobilku.com - Kebijakan paid leave Uber untuk pengemudi dengan gejala COVID-19 telah menjadi polemik yang berkembang. Setelah melalui beberapa proses selama dua bulan terakhir, raksasa ride sharing itu mengatakan bahwa pada hari Kamis lalu mereka akan memberikan bantuan keuangan untuk para pengemudi di wilayah California.


Langkah ini dilakukan setelah Uber digugat oleh seorang pengemudi. Pihak Uber dinilai gagal memberikan cuti sakit yang memadai selama pandemi coronavirus ini merebak. Uber telah setuju untuk membayar $ 360 untuk tiga hari kerja selama 8 jam dengan rate $ 15 /jam. Kebijakan itu hanya berlaku untuk semua pengemudi yang terdiagnosa positif COVID-19 atau memiliki gejala yang serupa.


Uber juga menawarkan bantuan keuangan kepada pengemudi dengan kondisi kesehatan yang rentan terhadap COVID-19, termasuk pengemudi yang berusia di atas 60 tahun. Tidak seperti kebijakan Uber sebelumnya, pengemudi tidak memerlukan catatan dokter atau dokumentasi tertentu untuk mendapatkan bantuan ini.


Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat merekomendasikan para pengusaha untuk memberikan cuti sakit kepada pekerja jika mereka terpapar atau terinfeksi COVID-19. Pejabat kesehatan masyarakat juga mengatakan hal ini sangat penting dalam upaya menghentikan orang untuk terus bekerja dan membuat orang lain terkena virus. Tanpa bantuan keuangan, membuat para pengemudi terpaksa harus terus bekerja walaupun keadaan mereka sedang kurang sehat.


Pengemudi ride-hail diklasifikasikan sebagai kontraktor independen dan tidak memiliki manfaat, seperti cuti sakit yang yang diterima karyawan. Inti dari gugatan pengemudi terhadap Uber bermuara pada klasifikasi jenis pekerja dan fakta bahwa para mitra pengemudi tidak memiliki jaring pengaman sosial disaat pandemi ini menyerang.

0 Komentar


Tambah Komentar