https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/49ff5f37-5242-4427-8556-cb0fe5dba888.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2b49a857-81a4-4f88-a0c4-7a1d2016f70a.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8b5418ab-2d3e-4f03-a940-553fdc6a23c8.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e7b20b84-ae5e-4209-b5c2-5f51e7b3f331.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/40a6e5f5-057b-4563-98a5-b7adf665092c.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/49ff5f37-5242-4427-8556-cb0fe5dba888.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2b49a857-81a4-4f88-a0c4-7a1d2016f70a.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/40a6e5f5-057b-4563-98a5-b7adf665092c.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/49ff5f37-5242-4427-8556-cb0fe5dba888.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2b49a857-81a4-4f88-a0c4-7a1d2016f70a.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8b5418ab-2d3e-4f03-a940-553fdc6a23c8.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e7b20b84-ae5e-4209-b5c2-5f51e7b3f331.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/40a6e5f5-057b-4563-98a5-b7adf665092c.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/49ff5f37-5242-4427-8556-cb0fe5dba888.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2b49a857-81a4-4f88-a0c4-7a1d2016f70a.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8b5418ab-2d3e-4f03-a940-553fdc6a23c8.jpg

Trevor Milton Diduga Sudah Cairkan Saham Nikola Sebelum Kasusnya Terekspos

09 August 2021

dilihat 59x

Mobilku.com - Pendiri sekaligus mantan CEO Nikola Motors, Trevor Milton, dikabarkan telah mengumpulkan dana sekitar $77 juta dari hasil penjualan saham yang ia cairkan beberapa hari setelah tuduhan penipuan dan menyesatkan investor terhadap dirinya.


Penjualan saham tersebut pertama kali ditemukan oleh U.S. Securities and Exchange Commission, dimana Milton diketahui secara tidak langsung membeli saham Nikola menggunakan nama M&M Residual LLC - sebuah perusahaan yang dimiliki oleh Milton dan istrinya.


Pada tanggal 23 Juli, tepatnya enam hari sebelum Milton didakwa atas perbuatannya, Milton dan M&M Residual tercatat mentransfer 600.000 hingga 1,15 juta lembar saham kepada istrinya. Meskipun Milton sudah mengundurkan diri sebagai CEO pada bulan September, pada faktanya dia tetaplah menjadi pemegang saham terbesar dalam pabrikan truk bebas emisi tersebut.


Jika kita melihat kasusnya, pihak pengadilan telah menjatuhkan hukuman kepada Milton karena dianggap telah menyesatkan investor tentang prototipe truck hidrogennya.


Namun, pihak pengadilan membebaskan Milton dari jerat hukum karena ia memberikan jaminan sebesar $ 100 juta yang dijamin melalui sebuah peternakan seluas 2.700 hektar yang ada di Utah. Selain itu, Milton juga berjanji untuk membatasi perjalanannya dan tidak akan menghubungi investor.


Sejak kasus Milton menjadi sorotan media, Nikola Motors telah berjuang untuk mempertahankan kepercayaan investor dan mengurangi ambisi Milton yang terlalu jauh dari kenyataan. Nikola Motor bahkan harus kehilangan kesempatan kerja sama nya dengan GM, karena raksasa otomotif AS tersebut memutuskan untuk mundur pada bulan November tahun lalu.

0 Komentar


Tambah Komentar