https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/47cc325e-96e9-45e7-af27-2095dc0151f2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6831de19-1cb2-49c2-b979-dc8a3cdbbe71.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f7fe6e44-2632-4064-9061-28d0b34615b1.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/cb0356ed-1a9f-4f86-b39a-e943ae1b360c.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b7d546c3-8441-4aac-993c-dadce03bff38.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/47cc325e-96e9-45e7-af27-2095dc0151f2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6831de19-1cb2-49c2-b979-dc8a3cdbbe71.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b7d546c3-8441-4aac-993c-dadce03bff38.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/47cc325e-96e9-45e7-af27-2095dc0151f2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6831de19-1cb2-49c2-b979-dc8a3cdbbe71.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f7fe6e44-2632-4064-9061-28d0b34615b1.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/cb0356ed-1a9f-4f86-b39a-e943ae1b360c.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b7d546c3-8441-4aac-993c-dadce03bff38.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/47cc325e-96e9-45e7-af27-2095dc0151f2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6831de19-1cb2-49c2-b979-dc8a3cdbbe71.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f7fe6e44-2632-4064-9061-28d0b34615b1.jpg

Toyota & Tesla Jalin Kerja Sama Dalam Pengembangan Teknologi Self-Driving

11 April 2022

dilihat 83x

Mobilku.com - Toyota dan Tesla dikabarkan tengah menjalin kerja sama dalam proyek pengembangan teknolog self-driving bernama Camera-Vision sebagai upaya pendekatan teknologi otonom yang lebih canggih lagi.


Teknologi self-driving camera vision ini pada dasarnya bertujuan untuk menjadikan kamera beresolusi tinggi sebagai alat pengganti sensor pada kendaraan otonom. Toyota melalui anak perusahaannya, yakni Woven Planet berpikir untuk mengumpulkan data dan melatih sistem pada kamera agar lebih responsif dalam membaca situasi.


Pemasangan kamera sebagai pengganti sensor digital memang sempat menuai kontroversi, tetapi cara ini dinilai lebih efisien dalam pengembangan teknologi otonom. Penggunaan kamera juga dinilai lebih murah, singkat, dan mudah diaplikasikan ke berbagai jenis kendaraan.


“Saat ini kami membutuhkan lebih banyak data untuk membuat kamera lebih responsif. Cara ini mungkin salah satu yang paling efisien dari semua aspek,” kata Michael Benisch, VP of Engineering di Woven Planet kepada Reuters. 


Michael Benisch sendiri merupakan mantan Direktur Teknik Divisi Self-Driving dari Lyft. Berkat jam terbangnya yang tinggi, Benisch berhasil meyakinkan Woven Planet untuk menggunakan kamera yang 90% lebih murah daripada sensor untuk dipasang di armada mobil penumpang.


Seluruh proses pengembangan nantinya masih tetap akan menggunakan sensor sebagai alat pengumpul data. Ketika datanya sudah cukup memadai, para insinyur secara perlahan-lahan akan mulai melepaskan sensornya satu persatu dan melihat sejauh mana kamera dapat bekerja.


Jika hasilnya sudah cukup memuaskan dan aman digunakan untuk manusia, teknologi ini akan diaplikasikan untuk kendaraan komersial seperti armada taxi, bus, hingga logistik.

0 Komentar


Tambah Komentar