https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/84c5d724-c176-4a42-ac05-cfe245294ce4.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/12c9cdf3-29ac-4b95-8739-3852d4bc45b3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9042df53-0fa6-4ccc-8d23-7a5018921b9a.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f28923a9-b67f-41e3-a66e-af92c47e7af3.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2a8024c7-95a9-42d4-8718-4ddf07acd355.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/84c5d724-c176-4a42-ac05-cfe245294ce4.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/12c9cdf3-29ac-4b95-8739-3852d4bc45b3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2a8024c7-95a9-42d4-8718-4ddf07acd355.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/84c5d724-c176-4a42-ac05-cfe245294ce4.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/12c9cdf3-29ac-4b95-8739-3852d4bc45b3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9042df53-0fa6-4ccc-8d23-7a5018921b9a.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f28923a9-b67f-41e3-a66e-af92c47e7af3.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2a8024c7-95a9-42d4-8718-4ddf07acd355.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/84c5d724-c176-4a42-ac05-cfe245294ce4.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/12c9cdf3-29ac-4b95-8739-3852d4bc45b3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9042df53-0fa6-4ccc-8d23-7a5018921b9a.jpg

Toyota Perketat Aturan Untuk Mencegah Kasus Pelecehan dan Bullying di Lingkungan Kerja

08 June 2021

dilihat 40x

Mobilku.com - Pada tahun 2017, seorang karyawan Toyota berusia 28 tahun dikabarkan telah melakukan bunuh diri setelah dilecehkan oleh bosnya.


Setelah lebih dari tiga tahun berlalu, Toyota Motor Corp akhirnya mengatakan bahwa pihaknya akan memperkuat langkah-langkah pencegahan pelecehan dan akan mengupayakan penyelesaian dengan keluarga pekerja yang meninggal.


Untuk menunjukan tanggung jawabnya, Presiden Toyota Akio Toyoda dikabarkan telah bertemu langsung dengan pihak keluarga karyawan untuk meminta maaf. Hal ini lantaran sebuah biro tenaga kerja regional menetapkan bahwa kematian karyawan tersebut terbukti ada kaitannya dengan pekerjaan. 


Pada tahun 2019, ada lebih dari 2.000 klaim kompensasi yang diajukan untuk cedera dan kematian terkait pekerjaan, khususnya permasalahan yang melibatkan masalah kesehatan mental. Angka tersebut bahkan dua kali lipat lebih besar dibandingkan dengan jumlah yang diajukan satu dekade lalu. 


Jepang sejauh ini terus meningkatkan upaya mereka untuk menindak perusahaan yang terus menekan dan menuntut jam kerja yang tidak wajar kepada karyawannya. Kepala biro iklan Dentsu Group Inc. bahkan telah mengundurkan diri pada tahun 2016 karena salah seorang karyawannya dinyatakan meninggal dunia karena overtime.


Salah satu yang saat ini juga menjadi perhatian adalah "penyalahgunaan kekuasaan,” dimana hal ini dianggap sebagai pelecehan di tempat kerja karena seseorang yang memiliki posisi tinggi akan menggunakan wewenangnya untuk memaki atau bahkan menyuruh karyawan dengan jabatan yang lebih rendah untuk melakukan hal yang tidak wajar.


Untuk mencegah hal tersebut, Toyota telah merevisi peraturan kerjanya secara jelas dan akan menindak segala bentuk pelecehan atau penyalahgunaan kekuasaan di perusahaannya. Toyota juga terus berupaya untuk meningkatkan komunikasi dengan karyawannya melalui kuesioner serta pusat konsultasi, mereka bahkan menyediakan psikiater khusus bagi karyawan yang didiagnosa mengalami gangguan mental akibat pekerjaan.


"Kami sangat terpukul bahwa nyawa salah satu karyawan kami yang berharga telah hilang. Untuk itu, kami akan mempertimbangkan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan agar hal serupa tidak akan pernah terjadi lagi dimasa mendatang,” ujar salah satu perwakilan Toyota.

0 Komentar


Tambah Komentar