https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4615662a-aef1-42d8-83dd-600257460887.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9a15afac-011a-4866-8f8c-578282cad96b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/071e3a9f-f4c7-4f1b-bc8c-78f6fba0136f.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8e631d65-e13c-4f05-bacc-e6676e8e2015.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/52a3ff2e-cf0c-4ace-8a1f-1d0573178b13.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4615662a-aef1-42d8-83dd-600257460887.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9a15afac-011a-4866-8f8c-578282cad96b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/52a3ff2e-cf0c-4ace-8a1f-1d0573178b13.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4615662a-aef1-42d8-83dd-600257460887.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9a15afac-011a-4866-8f8c-578282cad96b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/071e3a9f-f4c7-4f1b-bc8c-78f6fba0136f.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8e631d65-e13c-4f05-bacc-e6676e8e2015.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/52a3ff2e-cf0c-4ace-8a1f-1d0573178b13.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4615662a-aef1-42d8-83dd-600257460887.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9a15afac-011a-4866-8f8c-578282cad96b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/071e3a9f-f4c7-4f1b-bc8c-78f6fba0136f.jpeg

Toyota Angkut Mesin Produksi Seberat 700 Ton Dari Brazil Ke Jepang

18 January 2024

dilihat 50x

Mobilku.com - Toyota telah menutup pabrik São Bernardo pada November 2023, menandai berakhirnya fasilitas produksi pertamanya di luar negeri. Penutupan ini juga mengakhiri periode produksi mobil di São Paolo, Brazil, yang sudah berlangsung selama lebih dari 60 tahun.


Namun fakta unik yang diketahui pabrik tersebut merupakan rumah bagi mesin press Komatsu berbobot 700 ton yang sudah ada sebelum Toyota lahir. Karena pabriknya sudah resmi tutup, Toyota berencana membawa mesin tersebut kembali ke Jepang, di mana mesin tersebut akan terus membuat suku cadang dan melatih para pekerja.


Mesin Komatsu ini telah digunakan cukup lama dan sudah berusia 89 tahun. Mesin tersebut dibeli oleh Departemen Mobil Toyoda Automatic Loom Works pada tahun 1934, dan dipasang di sebuah pabrik di Prefektur Aichi Jepang. Sementara Toyota saja baru didirikan pada tahun 1937, sehingga mesin ini lebih tua dari perusahaan.


Mesin Komatsu ini beroperasi di pabrik mobil Koromo, yang kemudian berganti nama menjadi Pabrik Honsha. Pabrik tersebut akhirnya dipindahkan ke Brasil pada tahun 1962. Di sana, mesin tersebut membantu Toyota memproduksi model Bandeirante, yang diterjemahkan menjadi “Pioneer." Itu adalah nama Portugis untuk Land Cruiser versi Brazil yang diproduksi dari tahun 1962 hingga 2001.


Setelah berkonsultasi dengan Pimpinan Akio Toyoda, perusahaan akhirnya memutuskan untuk melestarikan mesin bernilai sejarah ini melalui “konservasi fungsional” (dipertahankan dalam kondisi mampu produksi). Mesin tersebut nantinya akan dipasang ulang di lokasi yang sama di Pabrik Honsha tempat mesin tersebut awal berdiri. Mesin seberat 700 ton ini akan diangkut melintasi Samudera Pasifik dari Brasil menuju ke Jepang.




0 Komentar


Tambah Komentar