https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7cc25007-f356-4015-8918-d2a086be49e2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/316c0677-4ff2-49a6-be11-7f83e3a504eb.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/54305e61-260d-4f18-89ab-6890b707084b.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4d27ab19-82b4-4bb9-8c81-060a6ee81a81.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1da25dff-6f50-4a61-be57-4e117f95a1f0.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7cc25007-f356-4015-8918-d2a086be49e2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/316c0677-4ff2-49a6-be11-7f83e3a504eb.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1da25dff-6f50-4a61-be57-4e117f95a1f0.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7cc25007-f356-4015-8918-d2a086be49e2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/316c0677-4ff2-49a6-be11-7f83e3a504eb.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/54305e61-260d-4f18-89ab-6890b707084b.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4d27ab19-82b4-4bb9-8c81-060a6ee81a81.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1da25dff-6f50-4a61-be57-4e117f95a1f0.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7cc25007-f356-4015-8918-d2a086be49e2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/316c0677-4ff2-49a6-be11-7f83e3a504eb.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/54305e61-260d-4f18-89ab-6890b707084b.jpg

Tesla Ke India: Mau Bangun Pabrik Disana? Turunin Dulu Pajak Impornya

21 October 2021

dilihat 65x

Mobilku.com - Tesla dikabarkan sedang bernegosiasi dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi, untuk meminta keringanan pajak impor kendaraan listrik agar mereka bisa berjualan pasar India.


Sudah dari jauh-jauh hari jika Tesla sebenarnya ingin mulai menjual mobil mereka di India, tetapi mereka harus menerima fakta bahwa pajak mobil impor di negara tersebut merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.


Pemberian pajak tinggi pada mobil impor sebenarnya memiliki alasan yang cukup bagus, Pemerintah India hanya ingin agar kendaraan lokal bisa lebih maju dan tidak tergerus oleh gelombang mobil impor dan membanjiri pasar. 


Permintaan Tesla untuk keringanan pajak pertama kali dilaporkan oleh Reuters pada bulan Juli lalu, namun upaya tersebut memicu keberatan dari beberapa pabrikan lokal, yang mengatakan bahwa rencana itu akan merusak perkembangan manufaktur domestik.


Eksekutif Tesla di India, Manuj Khurana, menyampaikan tuntutan perusahaan kepada pejabat Modi bulan lalu dalam pertemuan tertutup, dengan alasan bahwa pajak yang ditanggung oleh Tesla terlalu tinggi.


Selama pertemuan di kantor Modi, perwakilan Tesla mengatakan bahwa kebijakan yang saat ini ditetapkan oleh Pemerintah India akan menjadikan negara tersebut sebagai wilayah tidak layak sebagai prospek bisnis untuk Tesla.


Pemerintah India diketahui memungut bea masuk sebesar 60% untuk kendaraan listrik yang harganya dibawah $40.000, dan bea 100% untuk kendaraan yang harganya diatas $40.000.  Para Analis mengatakan bahwa dengan pajak sebesar itu, mobil Tesla akan menjadi terlalu mahal bagi pembeli dan membuat mereka tidak leluasa dalam menjual mobil.


Belum lama ini, pihak Tesla secara terpisah telah mengajukan permintaan untuk pertemuan baru antara Elon Musk dengan Modi untuk membahas masalah ini lebih detail lagi. Namun, sampai saat ini masih belum jelas agenda apa saja yang akan dibicarakan antara Elon Musk dengan Modi.


Menteri transportasi India juga sempat mengatakan jika Tesla seharusnya tidak menjual mobil buatan China di India, melainkan membangun pabrik dan memproduksinya secara lokal. Akan tetapi, Tesla tidak ingin mengambil resiko besar untuk membangun pabrik di India tanpa mengetahui permintaan pasar yang ada disana.


Elon Musk dalam cuitannya di Twitter mengatakan bahwa mereka memang berniat membangun pabrik di India, dengan catatan proses impornya harus dimudahkan terlebih dahulu untuk menilai seberapa besar permintaan pasar yang ada disana.


Pasar India dianggap salah satu pasar potensial yang masih dalam masa pertumbuhan. Dari 2,4 juta mobil yang dijual di India tahun lalu, terdapat 5000 unit mobil listrik yang terjual. Selain itu, charging station di India juga masih sangat sedikit, menjadikan hal tersebut sebagai prospek bisnis besar yang tidak boleh dilewatkan.

0 Komentar


Tambah Komentar