https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0568366b-508d-43e3-befe-4e5c16f2415c.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5f7f33e1-07fd-4ca0-9bda-4d80388b1d6b.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/040f68c4-fa4c-4dcd-9c24-eae0704632eb.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/91c7955b-f216-4427-b876-9261eedc9490.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f24cc075-4868-4d7e-9772-37befed0e47c.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0568366b-508d-43e3-befe-4e5c16f2415c.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5f7f33e1-07fd-4ca0-9bda-4d80388b1d6b.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f24cc075-4868-4d7e-9772-37befed0e47c.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0568366b-508d-43e3-befe-4e5c16f2415c.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5f7f33e1-07fd-4ca0-9bda-4d80388b1d6b.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/040f68c4-fa4c-4dcd-9c24-eae0704632eb.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/91c7955b-f216-4427-b876-9261eedc9490.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f24cc075-4868-4d7e-9772-37befed0e47c.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0568366b-508d-43e3-befe-4e5c16f2415c.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5f7f33e1-07fd-4ca0-9bda-4d80388b1d6b.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/040f68c4-fa4c-4dcd-9c24-eae0704632eb.jpg

Taiwan Berusaha Yakinkan Dunia Bahwa Pasokan Chip Dapat Terkendali

25 August 2021

dilihat 52x

Mobilku.com - Krisis chip semikonduktor yang berkepanjangan telah meneror banyak perusahaan otomotif hingga berujung pada penundaan produksi hingga penutupan pabrik.


Menteri Ekonomi Taiwan Wang Mei-hua mengatakan bahwa Taiwan sebagai salah satu produsen chip terbesar di dunia sudah melakukan segala hal untuk mengatasi kekurangan tersebut. Dan optimis bahwa krisis ini akan segera berakhir.


"Kami sudah melakukan yang terbaik untuk membantu ketersediaan chip tersebut. Kami juga sudah bekerja sekeras yang kami bisa agar pasokan tetap terjaga," ujar Wang dalam sebuah wawancara.


Menurut laporan dari pabrikan, MCU atau unit mikrokontroler yang biasa digunakan untuk chip mobil, produksinya tercatat naik 60% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Ini adalah bukti bahwa pihak pabrikan akan terus berupaya agar pasokan chip tersebut tetap terjaga.


Wang juga secara pribadi mengatakan bahwa dirinya sudah terjun langsung ke lapangan untuk meninjau seluruh produksi komponen chip, dan menjamin bahwa semua pihak yang terlibat sudah bekerja dengan maksimal.


Masalah ini juga telah membuat pihak Taiwan harus berjuang keras meyakinkan berbagai industri yang terlibat, mulai dari industri otomotif, elektronik, gadget, hingga pabrikan senjata. 


Selain harus menghadapi tekanan dari para pebisnis, Taiwan juga masih harus menghadapi tekanan militer yang semakin hari kian meningkat dari China, dimana pihak China menganggap Taiwan masih bagian dari negaranya.


Namun dibalik itu semua, Wang bersama dengan beberapa pebisnis di sektor strategis optimis bahwa krisis chip ini akan mencapai keseimbangan pada Q4 tahun 2021. Jika badai kekurangan chip ini bisa selesai di akhir tahun 2021, maka banyak pabrikan bisa bernafas lega dan memulai tahun 2022 tanpa harus khawatir tentang pasokan chip.

0 Komentar


Tambah Komentar