https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ba5bb24b-0fb4-4692-a4cc-65591f714bc0.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f1f5c080-a818-4c6a-b29a-a2fb61a2f4eb.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/917f06bb-2b34-4672-930f-f66419a84352.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9a075e64-9b38-4e4a-85e8-ec92e5b54b13.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/97af583c-f227-4061-b855-ddaa92905c42.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ba5bb24b-0fb4-4692-a4cc-65591f714bc0.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f1f5c080-a818-4c6a-b29a-a2fb61a2f4eb.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/97af583c-f227-4061-b855-ddaa92905c42.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ba5bb24b-0fb4-4692-a4cc-65591f714bc0.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f1f5c080-a818-4c6a-b29a-a2fb61a2f4eb.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/917f06bb-2b34-4672-930f-f66419a84352.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9a075e64-9b38-4e4a-85e8-ec92e5b54b13.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/97af583c-f227-4061-b855-ddaa92905c42.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ba5bb24b-0fb4-4692-a4cc-65591f714bc0.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f1f5c080-a818-4c6a-b29a-a2fb61a2f4eb.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/917f06bb-2b34-4672-930f-f66419a84352.jpg

Solid-State Battery Diprediksi Akan Semurah Lithium-ion Di Tahun 2030

04 March 2021

dilihat 64x

Mobilku.com - Ditengah maraknya produk EV di pasaran, baterai adalah komponen utama yang paling dibutuhkan. Sebagai pemilik EV, mereka tentu menginginkan baterai yang fast charging, awet, dan juga lebih aman. Solid State Batteries (SSB), diklaim mampu mencapai itu semua dan banyak pihak yang menantikan kehadirannya. Namun sayang, walaupun teknologi dan implementasinya sudah ada, harga dari baterai ini masih terlalu tinggi dan akan membuat harga mobil EV menjadi lebih mahal.


Menurut Future Bridge, sebuah perusahaan analisis asal Belanda yang mengkhususkan diri dalam melacak dan memberi nasihat kepada perusahaan tentang masa depan industri, harga SSB baru akan setara dengan baterai lithium-ion pada tahun 2025. Hal tersebut bukan berarti kita langsung melihat pengkaplikasiannya di pasaran pada tahun 2025, tetapi di era tersebut diprediksi banyak pabrikan mobil sudah mulai melakukan uji coba dan penyempurnaan.


Prediksi kasarnya, SSB baru akan dikomersilkan berkisar tahun 2030, tetapi tidak menutup kemungkinan kita akan melihatnya lebih cepat dari itu. Future Bridge juga menunjukkan bahwa saat ini sudah banyak penelitian tentang teknologi baterai solid-state. Jika kedepannya penelitian tentang SSB terus ditingkatkan, besar kemungkinan prediksi tersebut dapat menjadi kenyataan.


Salah satu yang sudah meniliti dan mengembangkan SSB adalah Toyota, mereka bahkan ingin EV pertamanya sudah dilengkapi SSB dan akan hadir dalam dua atau tiga tahun kedepan. Selain Toyota, Volkswagen juga telah mengumumkan niatnya untuk mengembangkan SSB sendiri pada tahun 2025, disusul Nissan yang juga ingin menghadirkannya pada tahun 2028.


Jika kembali pada tahun 2010, biaya per 1 kWh dalam baterai lithium-ion bisa mencapai lebih dari $ 1.000. Namun hal tersebut turun hampir sepuluh kali lipat hanya dalam kurun waktu satu dekade. Diperkirakan bahwa biaya baterai lithium-ion akan terus turun, dan pada tahun 2030 harga rata-rata per 1 kWh akan turun hingga di bawah $ 60. 


Untuk saat ini rasanya tidak mungkin untuk menurunkan harga SSB dalam waktu singkat. Akan tetapi, jika semakin banyak perusahaan yang mengembangkan teknologi tersebut, maka tidak menutup kemungkinan jika suatu saat nanti biaya penggunaan SSB bisa lebih rendah.

0 Komentar


Tambah Komentar