https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ae814b17-4b5b-4d51-bcb1-c53ca1551bef.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/82d77c72-9f08-4f19-aa00-55e0d4294dcc.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/05800800-12cd-412e-a52b-785f95938a2c.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d89a3fba-94f4-4c6f-b672-6b9aabc7cc6d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/67251a1e-7016-4bf4-8802-c59f6813adf6.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ae814b17-4b5b-4d51-bcb1-c53ca1551bef.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/82d77c72-9f08-4f19-aa00-55e0d4294dcc.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/67251a1e-7016-4bf4-8802-c59f6813adf6.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ae814b17-4b5b-4d51-bcb1-c53ca1551bef.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/82d77c72-9f08-4f19-aa00-55e0d4294dcc.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/05800800-12cd-412e-a52b-785f95938a2c.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d89a3fba-94f4-4c6f-b672-6b9aabc7cc6d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/67251a1e-7016-4bf4-8802-c59f6813adf6.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ae814b17-4b5b-4d51-bcb1-c53ca1551bef.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/82d77c72-9f08-4f19-aa00-55e0d4294dcc.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/05800800-12cd-412e-a52b-785f95938a2c.jpeg

Seorang Analis Bank of America Sarankan General Motor & Ford Segera Pergi Tinggalkan Pasar China

26 June 2024

dilihat 182x

Mobilku.com - Seorang analis asal Amerika Serikat menyarankan agar dua pabrikan mobil besar asal Amerika Serikat yakni Ford dan General Motors (GM) keluar dari pasar China demi masa depan yang lebih baik.


Analis Bank of America Securities, John Murphy, menilai bahwa Ford dan GM perlu pergi dari pasar China untuk menjaga kapital di masa transisi menuju kendaraan elektrifikasi. “Saya pikir mereka harus segera pergi dari pasar China secepat yang mereka bisa.” kata Murphy 


Murphy merasa Ford dan GM perlu mengambil langkah yang lebih drastis untuk memotong anggaran agar bisa lebih kompetitif di era elektrifikasi. China sebagai pasar mobil terbesar di dunia, dinilai tidak ramah untuk banyak pabrikan otomotif dari luar negeri. Apalagi jika melihat tahun-tahun belakangan ini dimana pabrikan lokal sangat agresif berkat adanya subsidi dari pemerintah.


Merek-merek mobil asing dipercaya sangat sulit menandingi merek-merek mobil lokal di China. Loyalitas konsumen domestik terhadap merek asal negeri sendiri juga dinilai sangat kuat sehingga brand asing sulit bersaing.


“Saran saya keluar dari pasar China. Ini adalah merupakan obat yang pahit tetapi bisa jadi cara menguatkan produk asli Amerika Serikat,” lanjut Murphy.


China adala salah satu pasar terbesar bagi GM. Akan tetapi, GM kini harus berjuang keras untuk dapat meraih profitabilitas di China dan bersaing dengan produk lokal.


Dari sisi penjualan, transaksi jual-beli Ford atau pun China memiliki kecenderungan menurun dalam satu dekade terakhir. Ford sendiri sekarang lebih menjadikan China sebagai pusat ekspor dan tidak lagi fokus pada pasar domestik akibat kalah saing dengan BYD dan Geely.

0 Komentar


Tambah Komentar