https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6e616a38-dde6-44d1-821b-cc51284a8ccc.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c84664f3-99ea-4e05-8372-9bde80d3376d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1d663f2b-2115-4d7a-9d52-35aee3d1b0d8.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/483edacc-2aa4-4ab8-b790-2d1aff337f30.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/871a4f78-7273-46e8-8647-3d2d13e02daa.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6e616a38-dde6-44d1-821b-cc51284a8ccc.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c84664f3-99ea-4e05-8372-9bde80d3376d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/871a4f78-7273-46e8-8647-3d2d13e02daa.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6e616a38-dde6-44d1-821b-cc51284a8ccc.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c84664f3-99ea-4e05-8372-9bde80d3376d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1d663f2b-2115-4d7a-9d52-35aee3d1b0d8.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/483edacc-2aa4-4ab8-b790-2d1aff337f30.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/871a4f78-7273-46e8-8647-3d2d13e02daa.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6e616a38-dde6-44d1-821b-cc51284a8ccc.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c84664f3-99ea-4e05-8372-9bde80d3376d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1d663f2b-2115-4d7a-9d52-35aee3d1b0d8.jpg

Semua Telah Tertangkap, Carlos Ghosn Masih Bernafas Bebas Di Lebanon

21 July 2021

dilihat 54x

Mobilku.com - Dua orang Amerika yang membantu Carlos Ghosn melarikan diri dari Jepang dikabarkan telah dijatuhi hukuman oleh pengadilan Tokyo.


Michael Taylor yang merupakan veteran pasukan khusus angkatan darat AS tersebut telah dijatuhi hukuman dua tahun penjara, sementara putranya, Peter Taylor, dijatuhi hukuman satu tahun delapan bulan, karena ikut mengatur pelarian untuk Carlos Ghosn.


Keluarga Taylor mengaku bersalah dan mengklaim bahwa mereka menyesali telah menyelundupkan Ghosn keluar dari Jepang. Mereka awalnya ditangkap di Massachusetts pada Mei 2020, dan langsung diekstradisi ke Jepang pada Maret tahun ini.


Menurut sebuah laporan, dalam persidangan Michael Taylor mengklaim bahwa dia tidak mendapat keuntungan finansial dari pelarian tersebut karena uang sebesar $ 1,3 juta yang dibayarkan oleh Ghosn hanya untuk menutupi biaya pelarian. 


“Kasus ini memungkinkan Ghosn, seorang terdakwa kejahatan serius, untuk melarikan diri ke luar negeri. Satu setengah tahun telah berlalu, tetapi tidak ada prospek persidangan diadakan,” ujar ketua hakim Hideo Nirei selama persidangan.


Keluarga Taylor, dan kaki tangan mereka George-Antoine Zayek, bertemu dengan Carlos Ghosn pada 29 Desember 2019 di sebuah hotel. Setelah mengadakan pertemuan, Peter Taylor kemudian meninggalkan Jepang sementara yang lain menuju ke hotel tempat Ghosn dimuat ke dalam kotak yang digunakan untuk mengangkut peralatan audio. 


Michael Taylor, Zayek, dan Ghosn kemudian terbang menggunakan jet pribadi ke Turki sebelum akhirnya pindah ke jet kedua dan terbang ke Lebanon di mana Ghosn menetap disana hingga saat ini tanpa perlu khawatir adanya ancaman ekstradisi.

0 Komentar


Tambah Komentar