https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5a03736e-5bd6-428e-a79e-cdc6a2b62412.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a1d5d3cc-f618-47f7-9bb9-dbd1b25e91bb.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a9a1406c-a22d-446f-9908-2ef87d994dd9.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ac78a5a1-5e60-4afa-91a5-5eb7c174b217.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3f219056-46d1-4d06-bd37-071234562651.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5a03736e-5bd6-428e-a79e-cdc6a2b62412.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a1d5d3cc-f618-47f7-9bb9-dbd1b25e91bb.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3f219056-46d1-4d06-bd37-071234562651.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5a03736e-5bd6-428e-a79e-cdc6a2b62412.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a1d5d3cc-f618-47f7-9bb9-dbd1b25e91bb.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a9a1406c-a22d-446f-9908-2ef87d994dd9.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ac78a5a1-5e60-4afa-91a5-5eb7c174b217.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3f219056-46d1-4d06-bd37-071234562651.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5a03736e-5bd6-428e-a79e-cdc6a2b62412.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a1d5d3cc-f618-47f7-9bb9-dbd1b25e91bb.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a9a1406c-a22d-446f-9908-2ef87d994dd9.jpg

Saling Balas Sanksi, Yandex Stop Beroperasi di AS

08 March 2022

dilihat 114x

Mobilku.com - Belasan negara di dunia telah sepakat untuk menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia akibat invasi yang mereka lakukan ke Ukraina. 


Merespon sanksi dari negara barat tersebut, perusahaan teknologi sekaligus situs pencarian terbesar asal Rusia, Yandex, dikabarkan akan menghentikan sementara seluruh proses uji coba serta layanan kendaraan otonom dan robotik di Amerika Serikat.


Pihak Yandex mengatakan bahwa mereka akan menghentikan seluruh kegiatan operasional robotaxi-nya di wilayah Ann Arbor, Michigan, AS. Disusul dengan menghentikan layanan robot pembawa barang GrubHub di beberapa kota di AS.


Tidak jelas apa yang menjadi alasan Yandex menjeda proyeknya ini, namun besar kemungkinan ada sanksi yang akan diberikan ke Rusia.


Serangan yang dilancarkan Rusia ke Ukraina sejauh ini telah memantik reaksi keras beberapa negara Barat. Banyak pihak, termasuk perusahaan yang akhirnya memutuskan kerja samanya dengan Rusia.


Jengah dan menilai jika sanksi tersebut berlebihan, pihak Rusia pun membalas sanksi-sanksi yang dilimpahkan dengan mengumumkan jika mereka telah memblokir akses Facebook di seluruh wilayah Rusia.


Yandex sendiri merupakan perusahaan teknologi sekaligus mesin pencari terbesar di Rusia, layaknya Google, dan Baidu di China. Yandex juga diketahui telah mulai masuk ke dalam teknologi kendaraan otonom pada 2016 lalu, dan berhasil beroperasi di Moskow setahun kemudian.


Perusahaan melakukan debut internasionalnya di Consumer Electronics Show di Las Vegas pada 2019. Dan di tahun 2020, Yandex mengumumkan jika mereka akan membuka pusat teknologi di Ann Arbor, dengan membawa beberapa teknologi kendaraan otonomnya.

0 Komentar


Tambah Komentar