https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/dbb0d5eb-38e6-4a28-9d9a-2c469630b857.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/51a722b1-5395-485f-ae6e-edd990969e07.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/047ca9bf-294a-4ac4-8881-84c325df5128.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/579aa088-7671-49c8-893c-dadf1ed69db2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1b2dc41a-fa14-4d36-85c1-18433b5dc890.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/dbb0d5eb-38e6-4a28-9d9a-2c469630b857.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/51a722b1-5395-485f-ae6e-edd990969e07.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1b2dc41a-fa14-4d36-85c1-18433b5dc890.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/dbb0d5eb-38e6-4a28-9d9a-2c469630b857.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/51a722b1-5395-485f-ae6e-edd990969e07.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/047ca9bf-294a-4ac4-8881-84c325df5128.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/579aa088-7671-49c8-893c-dadf1ed69db2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1b2dc41a-fa14-4d36-85c1-18433b5dc890.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/dbb0d5eb-38e6-4a28-9d9a-2c469630b857.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/51a722b1-5395-485f-ae6e-edd990969e07.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/047ca9bf-294a-4ac4-8881-84c325df5128.jpg

Rimac C_Two Lakukan Uji Aerodinamis di Wind Tunnel

30 January 2021

dilihat 55x

Mobilku.com - Mobil Formula 1 diketahui memiliki tingkat aerodinamis yang luar biasa, tetapi settingan downforce nya terkadang menahan mobil tersebut untuk melesat menembus angin.


Berbeda dengan F1, Rimac sedang merancang mobil yang bisa meluncur bersama hembusan angin, sambil menghasilkan downforce yang cukup agar tetap berpijak di jalan saat sedang melesat.


Untuk mencapai tingkat aerodinamis yang dibutuhkan, Rimac dikabarkan sedang menguji supercar C_Two miliknya di sebuah wind tunnel berukuran besar.


Secara khusus, Rimac C_Two diketahui memiliki beberapa elemen aerodinamis aktif yang terdiri dari active front splitter, intelligent underbody air flap, dan juga adaptable air break wing, dimana semuanya akan memainkan peran penting untuk memastikan C_Two dapat bekerja secara optimal baik saat sedang melaju di jalan raya atau di dalam trek.


Dari hasil pengujian tersebut, efisiensi aerodinamis Rimac C_Two tercatat mengalami peningkatan sebanyak 34%. Pengujian di terowongan angin tersebut bahkan tidak hanya menentukan seberapa baik C_Two dalam menembus angin kencang, tetapi juga dapat memastikan bahwa elemen aerodinamisnya tidak berhenti saat melakukan pengereman.


Yang lebih untungnya lagi, mereka bukan hanya sekadar mendapatkan efisiensi downforce saja. Melainkan pada saat mobil diterpa angin, Rimac C_Two mampu memastikan bahwa sistem pendinginnya mendapatkan udara yang cukup. Ini artinya, sistem pendinginnya akan mampu menjaga mesin tetap dingin bahkan ketika mobil sedang dipacu dengan kekuatan maksimal.

0 Komentar


Tambah Komentar