https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/479beacf-fb4c-419b-83f3-7a7a6ccbe0f9.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/954854da-471a-495a-8ed7-31db77a6e55d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/21851499-8c33-4a04-95a1-362c2a4060d0.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a8d3434c-3fc3-496f-ac52-a45fce0501eb.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0d81151f-0770-4845-9c2e-7ce0d4d2a830.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/479beacf-fb4c-419b-83f3-7a7a6ccbe0f9.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/954854da-471a-495a-8ed7-31db77a6e55d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0d81151f-0770-4845-9c2e-7ce0d4d2a830.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/479beacf-fb4c-419b-83f3-7a7a6ccbe0f9.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/954854da-471a-495a-8ed7-31db77a6e55d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/21851499-8c33-4a04-95a1-362c2a4060d0.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a8d3434c-3fc3-496f-ac52-a45fce0501eb.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0d81151f-0770-4845-9c2e-7ce0d4d2a830.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/479beacf-fb4c-419b-83f3-7a7a6ccbe0f9.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/954854da-471a-495a-8ed7-31db77a6e55d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/21851499-8c33-4a04-95a1-362c2a4060d0.jpg

Ribuan Truk Terjebak di Jalur Perbatasan Inggris - Prancis

24 December 2020

dilihat 64x

Mobilku.com - Lebih dari 2.850 pengemudi truk dikabarkan terdampar di Dover, Inggris, pada Selasa malam setelah Prancis memutuskan untuk menutup jalur perbatasannya.


Keputusan Prancis untuk menutup perbatasannya merupakan tanggapan atas beredarnya kabar terkait varian baru virus korona yang ditemukan di Inggris. Penutupan ini juga telah membuat banyak pengemudi truk dari berbagai negara di Eropa kebingungan dan berharap dapat pulang kembali ke rumah sebelum liburan Natal.


Antrian panjang dari rute Inggris menuju Prancis telah meningkat sejak hari Minggu, ketika perbatasan Inggris - Prancis ditutup. Pihak otoritas Prancis telah setuju untuk mengizinkan beberapa kendaraan untuk masuk, dengan catatan mereka yang hendak melanjutkan perjalanan harus menunjukan hasil tes yang diambil 72 jam sebelum keberangkatan mereka.


Selain harus menunjukan hasil test, mereka yang diizinkan masuk adalah masyarakat yang bepergian karena alasan sangat mendesak, truck logistik, serta penduduk yang memiliki identitas Uni Eropa. Disisi lain, para pengemudi truk yang tidak diizinkan masuk mengeluh bahwa mereka tidak siap menghadapi aturan ini, yang merasakan ditinggalkan tanpa ada akses yang memadai seperti makanan, air, toilet, ataupun kamar mandi.


Seorang pengemudi mengatakan kepada wartawan bahwa mereka sudah menghabiskan makanan dan persediaan lain yang biasanya mereka bawa. Banyak dari mereka yang juga kebingungan kenapa harus ada aturan seperti ini. Salah satunya adalah sopir truk asal Spanyol, Sergio Robles. Ia mengatakan kepada wartawan bahwa petugas di sana tidak memberi kami makanan, minuman, dan juga sanitasi yang layak. Sergio juga menilai bahwa situasinya saat ini tidak manusiawi dan tidak ada solusi.


“Kami adalah transportasi yang menggerakkan dunia, dan mereka memperlakukan kami dengan buruk. Mereka memperlakukan kami seperti kami sampah. Kita tidak bisa menghabiskan hari Natal di rumah, tidak dengan keluarga ataupun anak-anak. Saya pikir tidak ada yang benar dalam semua ini” ujar Robles kepada BBC.


Agar mengurangi antrian, otoritas Inggris mengirimkan petugas kesehatan dan juga tentara untuk membantu para sopir melakukan tes covid. Namun tetap saja, para sopir truk tetap mengeluh karena ketidaklayakan yang mereka alami disana.

0 Komentar


Tambah Komentar