https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/16e5754b-aa7a-48a7-b334-abc940d16f6b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3182d5b2-7a89-41d5-a591-e5fc750a2551.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a3d9c355-ac9d-43c6-9543-6a934d2af06b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/29d87fc9-79ae-4e65-84f6-e38aab60541b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b4b40a6c-0977-419e-87ee-7ff76cd2a164.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/16e5754b-aa7a-48a7-b334-abc940d16f6b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3182d5b2-7a89-41d5-a591-e5fc750a2551.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b4b40a6c-0977-419e-87ee-7ff76cd2a164.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/16e5754b-aa7a-48a7-b334-abc940d16f6b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3182d5b2-7a89-41d5-a591-e5fc750a2551.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a3d9c355-ac9d-43c6-9543-6a934d2af06b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/29d87fc9-79ae-4e65-84f6-e38aab60541b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b4b40a6c-0977-419e-87ee-7ff76cd2a164.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/16e5754b-aa7a-48a7-b334-abc940d16f6b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3182d5b2-7a89-41d5-a591-e5fc750a2551.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a3d9c355-ac9d-43c6-9543-6a934d2af06b.jpeg

Renault Hentikan Penjualan Seluruh Mobil Bensin di Eropa Mulai Tahun 2030

18 January 2022

dilihat 78x

Mobilku.com - Renault dilaporkan akan berhenti menjual mobil bermesin pembakaran internal di pasar Eropa mulai tahun 2030.


Pernyataan yang dilemparkan oleh Luca de Meo selaku CEO perusahaan tersebut, juga akan memastikan jika Renault akan mampu bersaing dengan perusahaan lainnya untuk memperebutkan pasar EV di wilayah Eropa.


Menurut laporan media lokal, Luca de Meo juga mengatakan bahwa dirinya dengan perusahaan sangat mendukung langkah larangan elektrifikasi di tahun 2030. Renault juga siap memainkan peran penting dengan menghadirkan berbagai macam EV perkotaan di masa mendatang.


Jika perusahaan sudah berkomitmen, ini artinya Renault harus segera menggantikan mobil ICE yang ada dalam delapan tahun ke depan, Seperti Renault 4 terbaru, Renault 5 Reborn, dan beberapa model lainnya akan memiliki umur yang tidak panjang.


Upaya Renault Grup dalam hal elektrifikasi sebenarnya sudah mereka sampaikan tahun lalu. Dalam acara tahunannya, Renault Group telah menyusun rencana untuk meluncurkan setidaknya 24 mobil listrik baru di semua mereknya pada tahun 2025. 


Salah satu yang digadang-gadang oleh Renault akan menjadi ujung tombak perusahaan adalah model Dacia yang sudah sepenuhnya listrik. Pihak perusahaan mengklaim jika Dacia adalah kunci memenangkan pasar EV di wilayah eropa.


Namun mengingat tahun 2030 masih cukup lama, Renault masih akan terus mendorong penjualan Dacia ICE sebelum nantinya akan diubah menjadi model listrik. 


Renault bukanlah satu-satunya pabrikan Eropa yang akan melakukan elektrifikasi di tahun 2030, masih ada Fiat, Ford, Mercedes dan juga Peugeot yang sudah siap melangkah menuju mobilitas listrik.

0 Komentar


Tambah Komentar