https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/32ab183b-f65a-40a1-887d-6b36a0087194.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/32ab183b-f65a-40a1-887d-6b36a0087194.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/32ab183b-f65a-40a1-887d-6b36a0087194.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/32ab183b-f65a-40a1-887d-6b36a0087194.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/32ab183b-f65a-40a1-887d-6b36a0087194.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/32ab183b-f65a-40a1-887d-6b36a0087194.jpeg

Puluhan Negara Sepakat Wajibkan Fitur Rem Otomatis

14 March 2019

dilihat 34x

Jakarta, Mobilku.com - Jalanan kota-kota besar yang semakin padat meningkatkan resiko kecelakaan. Pengemudi mobil harus ekstra waspada dengan sepeda motor yang meliuk-liuk, pejalan kaki yang menyebrang sembarangan hinggga mobil lain yang mengerem mendadak. Kecelakaan tak terhindarkan bukan karena ngebut tapi akibat telat merespon dinamika jalan. Beruntung ada teknologi yang bisa menjawab persoalan ini yaitu rem otomatis (Advanced Emergency Braking Systems (AEBS)).

Sistem rem otomatis mengandalkan sensor-sensor yang memonitor seberapa dekat pedestrian, motor, maupun kendaraan lain dengan mobil. Sistem ini akan otomatis memicu sistem rem bekerja jika dideteksi akan terjadi kecelakaan atau pengemudi tidak mengerem pada waktunya. Sistem ini dirancang bekerja pada kecepatan dibawah 60km/jam.

Penelitian yang dilakukan Euro NCAP dan Australasian NCAP menyimpulkan sistem rem otomatis ini bisa mengurangi kecelakaan low-speed hingga 38 persen. Estimasi Uni Eropa, penerapan rem otomatis bisa menyelamatkan sedikitnya 1000 nyawa setiap tahun.

Sekitar 40 negara yang dipelopori Jepang dan Uni Eropa sepakat untuk mewajibkan mobil baru dan kendaraan niaga ringan dilengkapi dengan sistem rem otomatis. Sebagai pelopor adalah Jepang. Negara yang setiap tahun menjual sekitar 4 juta mobil dan kendaraan niaga ringan ini mulai tahun depan sudah menerapkan aturan ini. Hal itu diungkapkan Jean Rodriguez,jurubicara United Nations Economic Commission for Europe (UNECE) yang menginisiasi regulasi ini. Setelah Jepang, negara Eropa dijadwalkan menyusul mulai 2022.

Amerika Serikat, China dan India mengadopsi aturan baru ini, namun ingin memastikan dulu tidak mengganggu regulasi dalam negeri mereka. tahun 2016 Pemerintah Amerika Serikat sepakat dengan 20 perusahaan otomotif untuk menerapkan rem otomatis mulai September 2022. Pada tahun 2017, empat dari 20 perusahaan itu, sudah memasang rem otomatis sebagai fitur standar di lebih dari separuh model yang dijual. Ke-empat perusahaan itu adalah Toyota, Mercedes-Benz, Volvo dan Tesla. (Jai)

0 Komentar


Tambah Komentar