https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f144f6cb-d4fd-439c-9a71-2d65bfba3493.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/16985092-e975-4bfe-9818-88d3b8bb628f.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7cea54f0-e4b4-4677-9712-addbe695d5ef.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a9ef83f3-bb46-4df9-b6db-62b98649542e.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a16b28a5-416b-4e28-8366-f967bc510eae.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f144f6cb-d4fd-439c-9a71-2d65bfba3493.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/16985092-e975-4bfe-9818-88d3b8bb628f.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a16b28a5-416b-4e28-8366-f967bc510eae.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f144f6cb-d4fd-439c-9a71-2d65bfba3493.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/16985092-e975-4bfe-9818-88d3b8bb628f.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7cea54f0-e4b4-4677-9712-addbe695d5ef.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a9ef83f3-bb46-4df9-b6db-62b98649542e.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a16b28a5-416b-4e28-8366-f967bc510eae.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f144f6cb-d4fd-439c-9a71-2d65bfba3493.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/16985092-e975-4bfe-9818-88d3b8bb628f.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7cea54f0-e4b4-4677-9712-addbe695d5ef.jpg

Produksi Mobil Bulan Juli di Inggris Jadi Yang Terburuk Sejak 1956

27 August 2021

dilihat 41x

Mobilku.com - Produksi mobil Year on Year bulan Juli di Inggris tercatat anjlok menjadi hanya 37,6 persen atau 53,438 unit yang berhasil di produksi, membuat angka tersebut jadi yang terburuk sejak tahun 1956. 


Badai krisis semikonduktor yang masih berlangsung dan minim nya staf karena pandemi diketahui menjadi pemeran utama anjloknya produksi mobil di Inggris. Atas bencana ganda tersebut, banyak pabrik akhirnya memutuskan untuk mengurangi jumlah produksi, hinga terpaksa menutup seluruh kegiatan operasional sambil menunggu situasi membaik.


Selain jumlah produksi yang menurun, jumlah ekspor yang biasa menyumbang 84,6 persen juga tercatat merosot menjadi 37,4 persen, atau hanya 45.205 unit mobil. Banyak pihak berpendapat, selain efek chip dan pandemi, keluarnya Inggris dari Uni Eropa juga telah menjadi isu kesepakatan di beberapa negara. 


Mike Hawes selaku kepala eksekutif The Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT), mengatakan bahwa angka-angka tersebut merupakan gambaran dari kondisi sulit yang saat ini sedang dihadapi oleh industri mobil Inggris. 


Hawes juga mengatakan bahwa dirinya meminta Pemerintah untuk membantu industri otomotif dengan cara meningkatkan upaya pencegahan Covid, serta mendukung usaha dalam negeri agar bisa berkompetisi di pasar global. 


Namun dibalik merosotnya sektor otomotif di Inggris, produksi total untuk tahun 2021 sejauh ini masih berada di angka 18,3 persen, sama seperti tahun 2020 ketika Covid-19 belum membuat kekacauan.


Selain itu, produksi untuk mobil listrik dan hybrid diketahui tercatat naik 26 persen atau setara 126.757 unit kendaraan. Ini artinya, di pasar Inggris permintaan untuk kendaraan yang lebih ramah lingkungan sudah mulai menunjukan tren positif. Langkah selanjutnya adalah mencoba bertahan, sambil terus berupaya meningkatkan kerja sama pasca Brexit.


0 Komentar


Tambah Komentar