https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0238f84f-d8d8-461c-b20c-745b85ce2fc2.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0238f84f-d8d8-461c-b20c-745b85ce2fc2.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0238f84f-d8d8-461c-b20c-745b85ce2fc2.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0238f84f-d8d8-461c-b20c-745b85ce2fc2.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0238f84f-d8d8-461c-b20c-745b85ce2fc2.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0238f84f-d8d8-461c-b20c-745b85ce2fc2.jpeg

Ponsel Selamatkan 15 Nyawa

03 May 2016

dilihat 44x



Jauh di New York City, Liz Clegg, 51 tahun menerima SMS dari bocah pengungsi Afghanistan bernama Ahmad, Kamis (7/4) lalu. Bocah berusia 7 tahun ini menggunakan menggunakan ponsel yang diberikan Liz Clegg bulan Maret lalu saat mereka bertemu di pusat penampungan imigran di Calais, Prancis.

Apa yang dikirim Ahmad semula seperti tulisan sandi dalam bahasa Inggris yang buruk. Di layar ponsel Liz Clegg tertulis kata-kata aneh; "I ned halp darivar no stap car. No oksijan in the car. No signal. Iam in the cantenar. Iam no jokan valla."

Secara naluriah Clegg langsung menyadari ada situasi genting yang sangat berbahaya. Menurutnya, Ahmad sebenarnya ingin menulis; "I need help. The driver won’t stop the car. No oxygen in the car. No signal. I’m in a container. I am not joking. I swear to God (Saya mintan tolong. Sopir tidak mau menghentikan mobil. Tidak ada oksigen di mobil. Tidak ada sinyal. Saya ada didalam container. Saya tidak bergurau. Sumpah Demi Tuhan)."

Clegg, yang berpartisipasi dalam kegiatan LSM Women and Children’s Centre di Calais, Prancis, langsung menelepon LSM Help Refugees di Inggris. Di ujung telepon, Tanya Freedman yang langsung menyadari situasi genting yang sedang berlangsung. Tidak menunggu waktu dia langsung menelepon polisi.

Bersamaan dengan itu Tanya mencari penterjemah yang bisa berbahasa Pashtun (bahasa utama Afghanistan) yang akan membantu polisi berkomunikasi dengan bocah itu. Setelah ada penterjemah, polisi menghubungi bocah itu. Dari keterangan Ahmad, polisi memaklumi situasinya sudah berbahaya. Polisi bisa melacak posisi container yang diketahui berada di Leicestershire. Tidak berlama-lama, Polisi bergerak menggerebek truck dan menemukan Ahmad dan 14 orang imigran lain berdesakan didalamnya.

Dari penyelidikan polisi diketahui rombongan ini menyelundup masuk dari Calasis, Prancis ke Inggris. Seorang pria ditahan dengan tuduhan trafficiking. Dua orang lagi disergap karena masuk ke Inggris secara illegal. Sedangkan Ahmad ditempatkan dalam perlindungan khusus. Berkat inisiatifnya untuk menelpon Clegg, dengan bantuan banyak pihak 15 nyawa bisa selamat.

Ahmad hanya satu dari ratusan anak-anak imigran yang butuh perlindungan. Pemberian ponsel oleh LSM The Women and Children’s Centre bertujuan untuk melindungi diri mereka.

Ahmad beruntung. Tidak demikian dengan Mohammed, 17 tahun yang tewas dalam truk di Inggris dua pekan lalu. Sebelumnya Masud, 15, tewas di truk di Prancis pada awal tahun ini. Salah satu peristiwa yang sangat mengenaskan terjadi akhir Agustus 2015, dimana polisi Austria menemukan 71 mayat dalam truk container yang ditinggalkan di jalan tol menuju Wina. Korban tewas itu diyakini sebagai imigran gelap. Dari jumlah tersebut, 59 mayat berjenis kelamin pria, 8 wanita dan empat anak-anak. Mereka diperkirakan telah tewas selama satu atau dua hari.

Kasus Ahmad memberi pelajran, satu pesan text sederhana yang berkeliling hampir separuh bumi, bisa menyelamatkan banyak nyawa dengan kerjasama tulus semua pihak.

0 Komentar


Tambah Komentar