https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8602951c-7a1a-4992-8821-a38736417dfe.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/bdd02550-e152-45e5-82b9-36608b3b36d3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6dd6fc02-3575-4ed7-835e-23d5ff86f6e3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e862cafd-634c-4286-bb15-33d4238929b2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ce8a250c-cd07-4c7c-8f4e-2317b31d4673.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/23869b48-56a7-4f97-b372-e88fe9b96c26.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8602951c-7a1a-4992-8821-a38736417dfe.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/bdd02550-e152-45e5-82b9-36608b3b36d3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/23869b48-56a7-4f97-b372-e88fe9b96c26.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8602951c-7a1a-4992-8821-a38736417dfe.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/bdd02550-e152-45e5-82b9-36608b3b36d3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6dd6fc02-3575-4ed7-835e-23d5ff86f6e3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e862cafd-634c-4286-bb15-33d4238929b2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ce8a250c-cd07-4c7c-8f4e-2317b31d4673.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/23869b48-56a7-4f97-b372-e88fe9b96c26.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8602951c-7a1a-4992-8821-a38736417dfe.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/bdd02550-e152-45e5-82b9-36608b3b36d3.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6dd6fc02-3575-4ed7-835e-23d5ff86f6e3.jpg

PLN Kejar Target 169 SPKLU Hingga Akhir Tahun 2022

25 June 2022

dilihat 86x

Mobilku.com - PT PLN mengatakan bahwa mereka akan terus berupaya untuk menambah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di seluruh Indonesia, guna mendorong penggunaan kendaraan listrik secara nasional.


Untuk memudahkan para pengguna kendaraan listrik, PLN saat ini sedang gencar membangun SPKLU di Tanah Air. Hingga Mei 2022 lalu, PLN tercatat telah membangun 129 unit SPKLU yang terdiri dari SPKLU Fast Charging dan 98 diantaranya adalah Ultra Fast Charging.


Targetnya, hingga akhir tahun nanti kami sudah menganggarkan akan menambah 40 unit SPKLU lagi. Tujuannya untuk memudahkan masyarakat dalam mengisi daya kendaraan listriknya,” ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.


Sementara itu, Darmawan juga mengatakan upaya ini juga merupakan salah satu upaya bersama untuk mengurangi emisi karbon di Indonesia dengan mendukung pemakaian mobil listrik di masyarakat.


Namun, untuk bisa mencapai hal tersebut tidak bisa dilakukan sendiri dan perlu kolaborasi bersama, salah satunya adalah dengan Himpunan Bank Negara (Himbara) yang menjadi salah satu akses pembiayaan murah agar masyarakat bisa mendapatkan kendaraan listrik.


Kolaborasi ini sangat penting bagi kita semua untuk bisa menciptakan lingkungan yang lebih baik. Kami sangat mengapresiasi langkah aktif Himbara dalam memasifkan kendaraan listrik di Indonesia,” ucap Darmawan.


Tak hanya kredit kepemilikan kendaraan listrik, PLN saat ini juga telah membuka peluang kerjasama dengan pihak lainnya agar penyebaran SPKLU semakin cepat.


Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Susana Indah Kris Indriati menegaskan bahwa Bank Mandiri siap mendukung pengembangan EBT di Indonesia.


Hal ini sudah ditunjukkan dengan Bank Mandiri sebagai BUMN non-PLN Group pertama yang menempatkan instalasi SPKLU di lingkungan kantor pusat mereka.


“Keberadaan SPKLU ini merupakan bagian dari rangkaian inisiatif perseroan dalam membentuk ekosistem EBT yang saling melengkapi, di mana Bank Mandiri juga telah memiliki beberapa kendaraan listrik sebagai kendaraan operasional,” kata Susana.

0 Komentar


Tambah Komentar