https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/dbac0535-c64a-4804-9eb3-99bdd0b9d3cd.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2a07222e-02dc-4e3a-8445-ac9607b16202.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f1c80f32-fc69-48cf-bdbb-368ebf4efd29.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5e697936-188d-466d-86be-439089ca80b9.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0bacd0e6-4632-46f2-88cb-42d87e312b86.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/dbac0535-c64a-4804-9eb3-99bdd0b9d3cd.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2a07222e-02dc-4e3a-8445-ac9607b16202.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0bacd0e6-4632-46f2-88cb-42d87e312b86.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/dbac0535-c64a-4804-9eb3-99bdd0b9d3cd.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2a07222e-02dc-4e3a-8445-ac9607b16202.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f1c80f32-fc69-48cf-bdbb-368ebf4efd29.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5e697936-188d-466d-86be-439089ca80b9.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0bacd0e6-4632-46f2-88cb-42d87e312b86.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/dbac0535-c64a-4804-9eb3-99bdd0b9d3cd.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2a07222e-02dc-4e3a-8445-ac9607b16202.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f1c80f32-fc69-48cf-bdbb-368ebf4efd29.jpeg

Penjualan Mobil Terasa Lesu, GAIKINDO Minta Pemerintah Hadirkan Stimulus

06 July 2024

dilihat 116x

Mobilku.com - Asosiasi otomotif terbesar di dalam negeri, Gaikindo, mengatakan bahwa penjualan pada kuartal pertama 2024 tercatat cukup. Gaikindo berharap pemerintah bisa memberikan insentif seperti yang pernah dilakukan saat pandemi Covid-19 lalu.


Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, menjelaskan pemberian insentif sudah terbukti menjadi kunci memecahkan masalah penurunan penjualan kendaraan roda empat.


Pada Maret 2021 pemerintah sempat meluncurkan program relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) Ditanggung Pemerintah (DTP) buat menanggulangi ambruknya produksi dan penjualan karena efek pandemi Covid-19.


Jongkie mengatakan saat insentif itu diberikan penjualan langsung naik dan bahkan disebut tidak tanggung-tanggung. Ini menjadi bukti penghapusan PPnBM untuk sementara waktu itu menjadi stimulus penjualan sehingga pabrik-pabrik berikut industri komponennya bergerak.


"Pemerintah perlu mempertimbangkan, kembali memberikan sesuatu insentif berupa penurunan bahkan penghapusan PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah) untuk produk-produk tertentu," ucap Jongkie.


Sepanjang Januari-April penjualan retail di dalam negeri mencapai 289.551 unit. Pencapaian ini turun 14,8 persen dibanding periode sama pada 2023. Sedangkan angka wholesales Januari-April sebanyak 263.706 unit atau turun 22,8 persen dari sebelumnya.


Sejauh ini Gaikindo masih memproyeksikan penjualan mobil bisa mencapai 1,1 juta unit pada tahun ini walau situasi lesu.

0 Komentar


Tambah Komentar