https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1aa9edaf-7b8f-436d-afbe-b50ee9de3a48.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f7d7e05d-9a07-4a84-9838-d81811a77a3e.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0a6d8634-da8c-459a-8030-1b83db7015a8.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e486de98-68d8-4131-a48e-f94fea716a31.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f58e29eb-2fb0-4438-bcff-1a8f7b3085df.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1aa9edaf-7b8f-436d-afbe-b50ee9de3a48.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f7d7e05d-9a07-4a84-9838-d81811a77a3e.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f58e29eb-2fb0-4438-bcff-1a8f7b3085df.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1aa9edaf-7b8f-436d-afbe-b50ee9de3a48.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f7d7e05d-9a07-4a84-9838-d81811a77a3e.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0a6d8634-da8c-459a-8030-1b83db7015a8.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e486de98-68d8-4131-a48e-f94fea716a31.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f58e29eb-2fb0-4438-bcff-1a8f7b3085df.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/1aa9edaf-7b8f-436d-afbe-b50ee9de3a48.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f7d7e05d-9a07-4a84-9838-d81811a77a3e.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0a6d8634-da8c-459a-8030-1b83db7015a8.jpg

Pemerintah India Revisi Cara Kerja Ola dan Uber

01 December 2019

dilihat 50x

Mobilku.com - Ola dan Uber akan segera diminta oleh pemerintah India untuk membatasi komisi mereka dari mitra drivernya hingga 10% dari total ongkos. Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan batas biaya lonjakan hingga dua kali tarif dasar sesuai permintaan dari pelanggan.


Dilaporkan bahwa pertimbangan ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk lebih dapat mengontrol layanan taksi online dengan beberapa peraturan baru, dan hasil pertimbangannya akan siap untuk ditinjau oleh publik sekitar minggu depan.


Pemerintah India ingin memastikan keselamatan penumpang terutama pada wanita, batas biaya lonjakan di jam sibuk, denda yang lebih tinggi jika melanggar perizinan, petunjuk yang seragam, kepemilikan kendaraan yang jelas jika terjadi kecelakaan, dan mitra driver yang terlatih.


Pemerintah India meluncurkan petunjuk setelah Mahkamah Agung menekankan pada hal-hal keselamatan wanita yang bepergian menggunakan taksi. Pelanggan dan mitra pengemudi juga telah mengemukakan kekhawatiran terkait kebijakan layanan taksi online yang menyoroti masalah kenaikan harga yang dihadapi oleh pelanggan.


Perusahaan seperti Ola dan Uber mendapatkan untung mereka dari lonjakan harga di jam sibuk. Seorang penumpang mengklaim bahwa layanan taksi online mengenakan biaya 2000 Rupee (sekitar 392.000 Rupiah) untuk perjalanan selama enam menit di Mumbai.

0 Komentar


Tambah Komentar