https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/01fe8660-c056-41b8-bc5e-aef0ad0def6d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/857aaeea-c015-4a98-b9f8-eb5832d727ef.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ce92e019-fccd-4b39-875d-f1ecf108c13e.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5e5c0a62-2431-42ff-9bfb-679438f42ae3.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/61512cae-43bc-4a66-adbf-a5ad6a1806ca.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7f4391fc-bdea-41d9-8d86-14794831f54a.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/30aabcd3-e336-4848-a173-b9a0d76738e9.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/01fe8660-c056-41b8-bc5e-aef0ad0def6d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/857aaeea-c015-4a98-b9f8-eb5832d727ef.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/30aabcd3-e336-4848-a173-b9a0d76738e9.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/01fe8660-c056-41b8-bc5e-aef0ad0def6d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/857aaeea-c015-4a98-b9f8-eb5832d727ef.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ce92e019-fccd-4b39-875d-f1ecf108c13e.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5e5c0a62-2431-42ff-9bfb-679438f42ae3.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/61512cae-43bc-4a66-adbf-a5ad6a1806ca.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7f4391fc-bdea-41d9-8d86-14794831f54a.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/30aabcd3-e336-4848-a173-b9a0d76738e9.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/01fe8660-c056-41b8-bc5e-aef0ad0def6d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/857aaeea-c015-4a98-b9f8-eb5832d727ef.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ce92e019-fccd-4b39-875d-f1ecf108c13e.jpg

Pemerintah China Denda Tiga Perusahaan Penimbun Chip Semikonduktor

15 September 2021

dilihat 121x

Mobilku.com - Pemerintah China dikabarkan telah menjatuhkan denda kepada tiga distributor semikonduktor karena dianggap telah menimbun dan mempermainkan harga suku cadang yang sedang langka tersebut. 


Tiga perusahaan yakni Shanghai Cheter, Shanghai Chengsheng Industrial, dan Shenzhen Yuchang Technologies, diketahui harus membayar denda sebesar 2,5 juta yuan kepada State Administration of Market Regulation (SAMR) untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.


Menurut laporan dari South China Morning Post, pemerintah China memang sedang menyelidiki praktik penimbunan chip yang sering dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Dari hasil investigasi, mereka menemukan bahwa ketiga perusahaan tersebut juga telah menaikkan harga chip semikonduktor sebanyak 40 kali lipat dari harga pasaran.


Kenaikan harga yang fantastis tersebut merupakan yang pertama kalinya terjadi. Biasanya, harga chip hanya naik sebanyak 7 hingga 10 persen. Beberapa pakar berpendapat bahwa terjadinya fenomena ini lantaran industri yang membutuhkan chip, merasa panik dan harus segera membeli guna melanjutkan produksi. Alhasil, timbulah praktik penimbunan untuk mendapatkan untung yang berlipat ganda.


Krisis chip semikonduktor telah menghantam berbagai industri di seluruh dunia. Pada bulan Juli lalu, industri di China menghadapi penurunan 16 persen dalam penjualan mobil baru yang disebabkan oleh kekurangan chip. Audi juga dilaporkan telah mengurangi produksinya, sementara dua pabrik Toyota di China harus mengurangi produksinya sebanyak 40 persen.


Sementara itu di AS, penjualan mobil di bulan Agustus tercatat turun sebanyak 17 persen. Menjadikan pabrikan seperti Ford dan GM, terpaksa mengurangi volume produksi untuk beberapa jenis kendaraan mereka.


Beberapa pabrikan mobil memperkirakan bahwa krisis semikonduktor global akan berlanjut setidaknya hingga tahun depan. Daimler bahkan mengantisipasi bahwa industri otomotif harus siap menghadapi kekurangan semikonduktor setidaknya hingga tahun 2023.

0 Komentar


Tambah Komentar