https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/faa567cb-75b1-4476-94b3-72ad81f9c481.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/43078af9-a49c-4a00-ba7a-94f049bb6211.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/40b7795c-4985-4b57-b72f-3edd2e126420.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8b16fbe9-da65-4837-aed9-3a3e4d751118.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/600806ee-35b1-459f-bfab-2ffa144b67e1.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/61deb52b-d7d5-4ee9-af87-18e177fc23db.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/faa567cb-75b1-4476-94b3-72ad81f9c481.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/43078af9-a49c-4a00-ba7a-94f049bb6211.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/61deb52b-d7d5-4ee9-af87-18e177fc23db.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/faa567cb-75b1-4476-94b3-72ad81f9c481.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/43078af9-a49c-4a00-ba7a-94f049bb6211.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/40b7795c-4985-4b57-b72f-3edd2e126420.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8b16fbe9-da65-4837-aed9-3a3e4d751118.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/600806ee-35b1-459f-bfab-2ffa144b67e1.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/61deb52b-d7d5-4ee9-af87-18e177fc23db.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/faa567cb-75b1-4476-94b3-72ad81f9c481.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/43078af9-a49c-4a00-ba7a-94f049bb6211.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/40b7795c-4985-4b57-b72f-3edd2e126420.jpg

Pegawainya Diancam Masuk Penjara, Continental Lanjutkan Produksi Ban di Rusia

22 April 2022

dilihat 77x

Mobilku.com - Continental AG, produsen sekaligus pemasok suku cadang mobil asal Jerman, dikabarkan telah mulai beroperasi kembali di Rusia. Pabrikan ban tersebut mengatakan bahwa produksi ban untuk mobil penumpang akan dimulai kembali untuk sementara waktu guna melindungi pekerja lokal.


Continental AG sebenarnya telah menutup pabrik mereka pada awal tahun ini, mengikuti sanksi global yang dijatuhkan atas penyerangan Rusia ke Ukraina. Namun, Continental terpaksa memulai produksi mereka untuk melayani permintaan lokal di Rusia. 


"Kami harus melindungi karyawan kami di Rusia dari tuntutan. Karyawan dan manajer kami di Rusia menghadapi konsekuensi kriminal dari otoritas jika kami tidak melayani permintaan lokal," ujar Continental. 


Continental juga menegaskan bahwa produknya hanya dibuat untuk penggunaan sipil, dan tidak ada kaitannya dengan invasi yang dilakukan oleh Rusia.


Continental tidak menyebutkan tuntutan apa yang mungkin dihadapi stafnya, tetapi kami hanya bisa membayangkan betapa mengerikannya jika harus dipenjara atau bahkan mengalami hal yang lebih parah.


Laporan Reuters menambahkan jika jaksa Rusia telah memperingatkan perusahaan-perusahaan barat bahwa staf mereka dapat dituntut jika mereka berhenti memproduksi barang-barang penting.


Continental bukan satu-satunya produsen ban yang terkena sanksi. Nokian Tyres, pabrikan Finlandia juga sebelumnya mengungkapkan bahwa sanksi Uni Eropa ke Rusia hanya akan mempersulit penjualan ban mereka di Rusia. 


Begitu juga dengan Pirelli, produsen ban terkenal asal Italia itu, juga memiliki dua pabrik di Rusia. Untungnya, pabrik ini hanya bertanggung jawab atas 10 persen produksi Pirelli jadi bisnis mereka secara global tidak memiliki dampak yang signifikan.


Berbagai produsen mobil juga sempat mengirim pesan kepada Putin terkait penangguhan produksi dan penjualan kendaraan mereka. VW bahkan menghentikan kedua pabriknya yang salah satunya bertugas membangun Volkswagen Tiguan.


Merespon pesan-pesan tersebut, Presiden Vladimir Putin tidak takut dan malah mengatakan bahwa pemerintah Rusia tidak segan untuk menyita aset setiap perusahaan manapun yang beroperasi di Rusia jika mereka berhenti melakukan produksi.

0 Komentar


Tambah Komentar