https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5b07209e-4b1d-470e-942d-d5a850499566.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9d6acf65-2c88-48d9-81c6-5434cda2ab2b.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c5e307df-8fd9-482e-9d5d-8aeade515d45.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/69718131-37aa-47b7-a29a-489fd81dffa1.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/38f83d87-c9b5-4715-a272-4896d9c81b64.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5b07209e-4b1d-470e-942d-d5a850499566.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9d6acf65-2c88-48d9-81c6-5434cda2ab2b.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/38f83d87-c9b5-4715-a272-4896d9c81b64.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5b07209e-4b1d-470e-942d-d5a850499566.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9d6acf65-2c88-48d9-81c6-5434cda2ab2b.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c5e307df-8fd9-482e-9d5d-8aeade515d45.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/69718131-37aa-47b7-a29a-489fd81dffa1.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/38f83d87-c9b5-4715-a272-4896d9c81b64.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5b07209e-4b1d-470e-942d-d5a850499566.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9d6acf65-2c88-48d9-81c6-5434cda2ab2b.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c5e307df-8fd9-482e-9d5d-8aeade515d45.jpg

Pandemi Global Membuat Nissan Harus Memangkas Produksi Mobilnya di Jepang

29 April 2020

dilihat 44x

Mobilku.com - Nissan berencana untuk memangkas jumlah mobil yang diproduksi di Jepang mulai bulan depan sebesar 78%. Coronavirus telah mengguncang produsen mobil yang telah berjuang untuk bertahan menghadapi angka penjualan yang terus menurun.


Pengurangan produksi tersebut merupakan yang paling besar sejak lebih dari satu dekade lalu. Perusahaan Jepang tersebut terus berupaya mengantisipasi anjloknya penjualan di pasar luar negeri, termasuk di Amerika Serikat. 


Pemangkasan tersebut telah dilakukan di salah satu pabrik Nissan di Kyushu. Pabrik ini terpaksa menerapkan waktu bekerja hanya 1 shift untuk beberapa bulan kedepan karena kurangnya permintaan pasar.


Pada bulan Juni nanti, volume produksi dalam negeri Jepang akan dipotong menjadi 33.700 unit kendaraan. Jumlah ini turun drastis dibandingkan tahun lalu dimana nissan dapat memproduksi mobil sebanyak 63.700 unit.


Pandemi Coronavirus telah membuat Nissan untuk berhemat, setelah dua tahun penjualan menurun, marjin yang terus memburuk serta menipisnya cadangan kas, memaksa perusahaan ini untuk melakukan restrukturisasi. Manajemen Nissan akan berusaha untuk merampingkan cost perusahaan dan berencana akan mengurangi 1 juta mobil untuk target penjualan tahunan nya.


Tidak hanya Nissan yang mengalami pemangkasan produksi tersebut, Mitsubishi Motors Corp juga akan mengurangi jumlah permintaan untuk mobil-mobilnya. Mereka berencana untuk memangkas produksi dalam negeri Jepang hampir sepertiga selama dua bulan ke depan.

1 Komentar


Darwis Ng

Belum ada komentar

0 Balasan

Reply

Tambah Komentar