https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c44bea35-84d7-4ff2-be4b-916b87ec03fd.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c95d1ab7-abf6-4e8d-8855-02cfe0954b5a.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/89996caf-fbc9-4445-84a1-7dc3105082c7.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2ed902b7-0745-4629-9a44-c99c09ce4796.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9e747434-93fd-4b21-bd4e-7fc97c0d1d8e.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c44bea35-84d7-4ff2-be4b-916b87ec03fd.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c95d1ab7-abf6-4e8d-8855-02cfe0954b5a.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9e747434-93fd-4b21-bd4e-7fc97c0d1d8e.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c44bea35-84d7-4ff2-be4b-916b87ec03fd.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c95d1ab7-abf6-4e8d-8855-02cfe0954b5a.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/89996caf-fbc9-4445-84a1-7dc3105082c7.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/2ed902b7-0745-4629-9a44-c99c09ce4796.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9e747434-93fd-4b21-bd4e-7fc97c0d1d8e.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c44bea35-84d7-4ff2-be4b-916b87ec03fd.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c95d1ab7-abf6-4e8d-8855-02cfe0954b5a.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/89996caf-fbc9-4445-84a1-7dc3105082c7.jpg

Pabrik Chip Renesas Terbakar, Tiga Pabrikan Mobil Jepang Kelabakan

23 March 2021

dilihat 258x

Mobilku.com - Toyota, Nissan, Honda, beserta para pembuat mobil Jepang lainnya dikabarkan telah berkumpul guna membahas dampak dari insiden kebakaran pabrik chip Renesas Electronics. Insiden ini diketahui telah memperburuk situasi, serta akan menyebabkan kurangnya pasokan chip semikonduktor secara global.


Pihak Renesas mengatakan bahwa mereka setidaknya akan membutuhkan waktu hingga satu bulan untuk dapat melanjutkan produksinya di pabrik Naka yang terletak di wilayah timur laut Jepang. Insiden tersebut diketahui terjadi akibat gangguan listrik yang menyebabkan mesin terbakar pada hari Jumat kemarin. Kebakaran tersebut diketahui telah merusak dua pertiga dari total produksi yang dapat dilakukan oleh pabrik. Akan tetapi, Renesas mengatakan bahwa mereka masih memiliki sedikit jalur produksi lainnya yang masih bisa digunakan.


Terperosoknya para pembuat mobil Jepang diprediksi dapat menyebar hingga perusahaan mobil di wilayah Eropa dan Amerika Serikat, karena Renesas diketahui memiliki sekitar 30% pangsa pasar global untuk suplai chip unit mikrokontroler yang biasanya digunakan dalam mobil. "Kami sedang mengumpulkan informasi dan mencoba melihat apakah ini akan mempengaruhi kami atau tidak," ujar juru bicara Honda. Produsen mobil lain termasuk Toyota dan Nissan, juga mengatakan bahwa saat ini mereka sedang meninjau situasi lebih lanjut.


Selain merusak pasokan suku cadang, kebakaran ini juga telah membuat tiga saham pabrikan mobil besar di Jepang tersebut turun. Saham Toyota, Honda, dan juga Nissan, dikabarkan turun sebanyak 3,3%, sementara saham Renesas juga ikut turun sebanyak 5,5%.


Semikonduktor seperti yang dibuat oleh Renesas seringkali digunakan oleh mobil dimana chip tersebut memiliki fungsi seperti memantau kinerja mesin, mengatur kemudi, sensor parkir, hingga sistem entertainment.


Sebelumnya, Nissan dan Honda telah dipaksa untuk mengurangi rencana produksi mereka karena kekurangan chip global akibat meningkatnya permintaan dari pembuat barang elektronik. Selain itu, lonjakan penjualan mobil yang tak terduga pasca pandemi juga telah membuat banyak pabrikan mobil harus berebut untuk mendapatkan pasokan chip tersebut guna mengamankan jadwal produksi mereka.

0 Komentar


Tambah Komentar