https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9ab41333-514e-4c2b-b583-00335cd8e51e.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3a2ac559-2aea-451c-89d3-e8c20ddef295.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/487f0d20-49a2-4a65-ab39-81cb52eb22d1.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/99f4cc8f-8ab0-4958-baa9-17577069d53f.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8f380eb0-2c69-4bca-8a9f-facd5a8fb7a2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9ab41333-514e-4c2b-b583-00335cd8e51e.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3a2ac559-2aea-451c-89d3-e8c20ddef295.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8f380eb0-2c69-4bca-8a9f-facd5a8fb7a2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9ab41333-514e-4c2b-b583-00335cd8e51e.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3a2ac559-2aea-451c-89d3-e8c20ddef295.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/487f0d20-49a2-4a65-ab39-81cb52eb22d1.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/99f4cc8f-8ab0-4958-baa9-17577069d53f.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8f380eb0-2c69-4bca-8a9f-facd5a8fb7a2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9ab41333-514e-4c2b-b583-00335cd8e51e.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3a2ac559-2aea-451c-89d3-e8c20ddef295.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/487f0d20-49a2-4a65-ab39-81cb52eb22d1.jpg

Nokia Memenangkan Sengketa Hak Paten Dengan Daimler

19 August 2020

dilihat 173x

Mobilku.com - Nokia telah berhasil memenangkan perselisihan dengan Daimler atas biaya lisensi paten setelah pengadilan Jerman memutuskan pada hari Selasa lalu. Hakim yang bertugas mengatakan bahwa Daimler tidak melakukan upaya yang serius untuk mencoba menyelesaikan permasalahan dengan perusahaan asal Finlandia tersebut.


Perselisihan antara kedua perusahaan tersebut pada kenyataannya merupakan pertempuran yang berkelanjutan. Pasalnya, terdapat royalti teknologi yang dapat dibayar menyangkut sistem navigasi, komunikasi kendaraan, hingga teknologi self-driving. Pihak Nokia menganggap ini adalah masalah yang sangat penting karena mereka berpotensi menghasilkan pendapatan dari lisensi tersebut hingga 1,4 miliar euro setiap tahunnya. 


Pengadilan Mannheim di Jerman mengatakan baik Daimler maupun pihak lain yang terlibat dalam kasus serupa harus bersiap-siap untuk membuat perjanjian lisensi dengan Nokia dan mereka juga harus menjunjung tinggi ketentuan yang fair, reasonable and non-discriminatory (FRAND). 


Keputusan tersebut membuat Nokia sebenarnya mampu melakukan larangan penjualan terhadap Daimler, namun mereka harus terlebih dahulu memposting obligasi senilai 7 miliar euro yang digunakan sebagai jaminan untuk menutupi segala kerusakan jika larangan tersebut benar-benar dilakukan pada saat proses banding sedang berjalan. Pihak Daimler bahkan mengatakan bahwa mereka tidak mengerti bagaimana pengadilan bisa sampai pada kesimpulan seperti itu dan mereka berencana akan mengajukan banding. 


Nokia menyatakan bahwa pihaknya telah bertindak adil dalam melisensikan cellular standard-essential patents (SEPs) miliknya, namun pihak Daimler malah menggunakan teknologi Nokia tanpa izin. Presiden Nokia Technologies, Jenni Lukander mengatakan, "Kami berharap bahwa Daimler dapat menjalankan kewajiban obligasinya dan menggunakan lisensi kami secara jujur dan adil." 


Daimler bukanlah satu-satunya yang dituntut oleh Nokia karena melakukan pelanggaran lisensi, perusahaan asal Finlandia tersebut juga masih memiliki 8 kasus aktif lainnya yang sedang menunggu antrian di pengadilan Jerman. Kini pihak Nokia sedang menunggu berjalannya kasus ketiga yang dijadwalkan akan mulai pada 5 September mendatang.

0 Komentar


Tambah Komentar