https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b2de0f94-632d-4e76-9519-d5ae932e0ab7.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/02a9be57-4c6a-4bcf-9159-4c3318b6508b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0c5ff744-a440-4182-be93-f3270267d8bf.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/06b0803d-f81a-497b-bbf1-7a99ca4d499e.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/93da5b26-d64d-458b-8ced-5e96f1b91d82.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b2de0f94-632d-4e76-9519-d5ae932e0ab7.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/02a9be57-4c6a-4bcf-9159-4c3318b6508b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/93da5b26-d64d-458b-8ced-5e96f1b91d82.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b2de0f94-632d-4e76-9519-d5ae932e0ab7.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/02a9be57-4c6a-4bcf-9159-4c3318b6508b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0c5ff744-a440-4182-be93-f3270267d8bf.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/06b0803d-f81a-497b-bbf1-7a99ca4d499e.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/93da5b26-d64d-458b-8ced-5e96f1b91d82.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b2de0f94-632d-4e76-9519-d5ae932e0ab7.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/02a9be57-4c6a-4bcf-9159-4c3318b6508b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0c5ff744-a440-4182-be93-f3270267d8bf.jpg

Nissan Sulap Leaf Menjadi Mobil Tanggap Bencana

03 October 2020

dilihat 92x

Mobilku.com - Mengembangkan mobil listrik memang memiliki banyak potensi di dunia otomotif. Bukan hanya sekedar alat transportasi yang tak perlu bahan bakar petrol, kemampuan mobil listrik juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai bermacam keperluan. Salah satu contohnya adalah Nissan Re-Leaf yang menjadi mobil penanggulangan bencana yang didasari dari All-Electric Leaf.


Mobil yang merupakan hasil rombakan dari hatchback listrik tersebut rencananya akan digunakan untuk merespons kedaruratan di daerah yang terkena bencana. Tidak hanya ditinggikan sebanyak 70 mm, mobil ini juga diberikan peralatan lengkap. Kursi belakangnya juga telah dilepas untuk memberi ruang bagi "hub operasional" yang terdiri dari meja, layar LED 32 inch, dan power supply khusus.


Sorotan utama dari Re-Leaf ini adalah pemanfaatan sistem kelistrikan yang sangat efisien. Pasalnya, sistem pengisian dua arah merupakan fitur bawaan yang dimiliki Leaf. Dengan demikian, mobil ini bukan hanya dapat di charge dari luar, tetapi mobil ini juga bisa menjadi charging station portable ketika dibutuhkan. Hal ini jelas bermanfaat di daerah yang terdampak bencana, terutama jika aliran listrik terputus total.

Begitu menjadi sumber listrik portable, baterai 62 kWh pada Leaf e+ bisa dipakai untuk bermacam peralatan. Bahkan, baterai lithium-ion yang biasanya digunakan untuk menyalakan motor dapat digunakan untuk memberi tenaga ke tiga soket tambahan hingga 230 volt. Dimana dua soket diantaranya adalah konektor Type-C yang tahan cuaca, sedangkan yang ketiga adalah steker rumah tangga konvensional. Pihak perusahaan juga mengklaim bahwa mobil ini bahkan sanggup menghidupkan listrik untuk satu rumah rata-rata di Eropa hingga enam hari.

“Kendaraan listrik muncul sebagai salah satu teknologi yang dapat meningkatkan ketahanan di sektor kelistrikan. Re-Leaf Concept menampilkan kemungkinan pemanfaatan EV dalam manajemen bencana. Dengan menyediakan ribuan EV dalam keadaan siaga, baik sebagai kendaraan pendukung bencana atau dicolokkan ke jaringan melalui Vehicle-to-Grid, mereka secara unik mampu menciptakan pembangkit listrik virtual untuk menjaga suplai energi.” tutup Head of Electric Passenger Cars & Infrastructure Nissan Eropa, Helen Perry.


0 Komentar


Tambah Komentar