https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/38825e5f-90b2-4061-ba1c-53016b216b8b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/38825e5f-90b2-4061-ba1c-53016b216b8b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/38825e5f-90b2-4061-ba1c-53016b216b8b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/38825e5f-90b2-4061-ba1c-53016b216b8b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/38825e5f-90b2-4061-ba1c-53016b216b8b.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/38825e5f-90b2-4061-ba1c-53016b216b8b.jpeg

Mitsubishi mungkin Gandeng Nissan

16 February 2015

dilihat 42x




Mitsubishi sedang bekerja keras untuk mempersiapkan generasi baru sedan Lancer dan Gallant. Kini mereka mencoba bekerjasama dengan Nissan setelah kerjasama dengan Renault gagal. Nissan Motor Corp. memulai diskusi dengan Mitsubishi Motor Corp. untuk menutup lobang yang ditinggalakan Galant dan Lancer.

Jurubicara Mitsubishi mengatakan rencana untuk mengganti Gallant memang masih ditunda, tapi upaya-upaya untuk melahirkan penerus Lancer tetap jalan. Mitsubishi bisa jadi akan mengembangkan model itu sendiri. Tapi juga mencari partner untuk memangkas pengeluaran disisi riset dan produksi. Meskipun menolak untuk mengkonfirmasi apakah sedang melakukan perundingan dengan Nissan, dia mengatakan kerjasama dengan produsen mobil Jepang jadi salah satu pilihan.

Mitsubishi memprioritaskan penerus Lancer karena model ini diterima di seluruh dunia dan permintaannya cukup tinggi disejumlah negara. Jurubicara Nissan mengatakan bahwa sedan kecil itu mungkin akan diproduksi di Amerika Serikat atau Jepang, meskipun belum ada yang diputuskan.

Sebelumnya, Mitsubishi mencoba bekerjasama dengan Renault untuk memproduksi sedan di pabrik Renault di Busan, Korea Selatan. Sumber-sumber di Mitsubishi mengatakan bahwa kerjasama itu terpaksa dihentikan karena apresiasi mata uang Won terhadap dollar dan Yen yang menyebabkan keuntungan perusahaan tergerus. Saat ini penjualan Mitsubishi di dunia banyak tergantung pada Outlander Sport dan Mirage. Mitsubishi memang menempatkan crossover dan SUV sebagai lokomotif pertumbuhannya yang baru.

0 Komentar


Tambah Komentar