https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0b9046d5-2edd-4bfb-b1ff-ceb6f17596ea.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9f464367-4ec3-4a8a-93cf-98684e87ca87.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a83e94ee-3429-4868-b9bb-4f1f580347e2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3cd4de42-b508-431c-aec6-acc1413cc539.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9eac2eea-b98c-40bc-a4f0-d5354f925a27.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0b9046d5-2edd-4bfb-b1ff-ceb6f17596ea.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9f464367-4ec3-4a8a-93cf-98684e87ca87.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9eac2eea-b98c-40bc-a4f0-d5354f925a27.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0b9046d5-2edd-4bfb-b1ff-ceb6f17596ea.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9f464367-4ec3-4a8a-93cf-98684e87ca87.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a83e94ee-3429-4868-b9bb-4f1f580347e2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3cd4de42-b508-431c-aec6-acc1413cc539.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9eac2eea-b98c-40bc-a4f0-d5354f925a27.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0b9046d5-2edd-4bfb-b1ff-ceb6f17596ea.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9f464367-4ec3-4a8a-93cf-98684e87ca87.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a83e94ee-3429-4868-b9bb-4f1f580347e2.jpg

Mesin Diesel Mazda Paling Bersih

25 October 2019

dilihat 133x

Mobilku.com - Mazda sedang bersiap untuk memperkenalkan mobil elektrik pertamanya, namun mereka tidak menghentikan produksi mesin dieselnya. Perusahaan tersebut tetap berkomitmen terhadap teknologi turbo diesel dan akan meningkatkan efisiensinya ketika mereka memperkenalkan berbagai jenis mesin baru di tahun 2020.


"Kami masih menggunakan mesin diesel. Pada tahun 2020, kami memiliki metode baru untuk mesin diesel. Kami akan menunjukkan bagaimana sebuah mesin diesel bisa menjadi bersih dan sangat efisien," ujar Christian Schultze, kepala R&D dari divisi Eropa Mazda.


Ia menolak untuk memberikan informasi spesifik tentang terobosan baru yang dapat membuat mesin diesel lebih bersih dan efisien tersebut. Ketika ditanya tentang perbandingan mesin tersebut dengan SkyActiv-X, ia menekankan bahwa "tidak banyak perbedaan antara mesin yang menggunakan bensin dan diesel."


Pengumuman tersebut sejalan dengan keyakinan Mazda bahwa sangat penting untuk mempertimbangkan emisi dalam skala yang lebih besar dari siklus sebuah mobil, bukan hanya emisi lokal. Perusahaan tersebut menyatakan bahwa mesin konvensional "akan terus menjadi kekuatan dasar dari 85% mobil yang ada hingga tahun 2035." Mesin konvensional mungkin bekerja sama dengan sistem listrik 48 volt atau mungkin juga menjadi bagian dari drivetrain hybrid plug-in, namun mesin tersebut masih akan digunakan dalam 15 tahun ke depan. Sehingga, penting untuk tetap mengembangkan teknologinya.


"Kami berharap pemerintah dapat melihat bahwa elektrifikasi merupakan salah satu cara namun masih ada berbagai cara lainnya." ungkap Schultze yang kemudian menambahkan bahwa SkyActiv-X merupakan pengambilan langkah yang tepat. Mazda akan merilis detail lain tentang mesin turbo mereka dalam beberapa bulan ke depan, namun masih terlalu dini untuk mengetahui apakah mesin tersebut akan tersedia di AS dimana permintaan akan mobil konvensional telah turun secara drastis.

0 Komentar


Tambah Komentar