https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/714554f8-0a50-4ccd-a571-13fbb2d8716d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/19ff14d0-6c44-4ee1-95f6-fc6431fef6bf.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ead92c5e-3347-4d21-a70e-a62e16922b7d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/21a53364-aed5-4db3-a738-024425b74b5a.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b6a783ea-5182-4605-817d-7d11527421c5.PNG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/714554f8-0a50-4ccd-a571-13fbb2d8716d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/19ff14d0-6c44-4ee1-95f6-fc6431fef6bf.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b6a783ea-5182-4605-817d-7d11527421c5.PNG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/714554f8-0a50-4ccd-a571-13fbb2d8716d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/19ff14d0-6c44-4ee1-95f6-fc6431fef6bf.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ead92c5e-3347-4d21-a70e-a62e16922b7d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/21a53364-aed5-4db3-a738-024425b74b5a.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b6a783ea-5182-4605-817d-7d11527421c5.PNG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/714554f8-0a50-4ccd-a571-13fbb2d8716d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/19ff14d0-6c44-4ee1-95f6-fc6431fef6bf.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ead92c5e-3347-4d21-a70e-a62e16922b7d.jpg

Mercedes-Benz Akan Tinggalkan Mobil Bensin Lebih Cepat Dari Yang Diperkirakan

15 May 2021

dilihat 60x

Mobilku.com - Mercedes-Benz telah menetapkan target untuk menghentikan penjualan mobil bermesin pembakaran internal pada tahun 2039, tetapi target tersebut dirumorkan akan bergerak maju lebih cepat dari yang kita kira.


Ola Källenius mengatakan bahwa perpindahan dari pembakaran menuju elektrifikasi berpotensi akan menjadi lebih cepat, dan tidak menutup kemungkinan tahun 2039 adalah tahun paling lambat yang akan perusahaan lakukan.


Namun ada satu hal yang membayangi upaya percepatan tersebut, yaitu hilangnya ratusan atau bahkan ribuan pekerja. Kita semua tahu bahwa dibutuhkan lebih banyak pekerja untuk merakit dan membangun kendaraan berbasis pembakaran dibanding merakit powertrain listrik. 


Namun target tetaplah target, semua harus diupayakan dengan cara yang terbaik. Christoph Starzynski selaku wakil presiden arsitektur kendaraan listrik Mercedes, berkata, "Kami juga memiliki tujuan yang sangat ambisius pada awal tahun 2030, dimana separuh mobil yang dijual oleh perusahaan sudah dilengkapi dengan powertrain listrik.”


Langkah besar Mercedes ini rencananya akan dimulai pada tahun 2025, dimana mereka akan menciptakan sebuah platform yang mampu memproduksi mobil listrik dengan harga yang terjangkau.


"Insinyur kami saat ini sedang mengerjakan sebuah platform kendaraan listrik yang disebut Mercedes-Benz Modular Architecture (MMA) yang ditujukan untuk membangun kendaraan di segmen menengah. Platform ini rencananya akan diluncurkan pada tahun 2025 untuk melengkapi portofolio kami,” tutup Starzynski.


Kita tahu bahwa Mercedes punya daftar panjang perihal mobil listrik yang akan mereka rilis, mulai dari sedan EQE, varian SUV dari EQS dan EQE, hingga model-model terbaru yang masih belum diperkenalkan. 


Jika dilihat lebih detail lagi, seluruh model yang ada di Mercedes bahkan akan diberikan EQ di depannya, termasuk G-Class Wagon yang rumornya akan menjadi EQG. Jadi rasanya cukup masuk akal jika mereka ingin memajukan tanggal elektrifikasi totalnya, karena tidak ada alasan lagi untuk menunda proses global electrification mereka.

0 Komentar


Tambah Komentar