https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5c8cc19b-2fd5-426c-93d3-c19fecf44fe8.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/eed6592e-223e-4af7-992e-c708b5deb7f2.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d880c237-6b5f-4e45-9de6-ee82f5ad4369.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9e68e111-2953-46aa-83e2-ec91cdbe39bf.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4d51befc-956f-4bc2-919d-d77c6a6529af.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5c8cc19b-2fd5-426c-93d3-c19fecf44fe8.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/eed6592e-223e-4af7-992e-c708b5deb7f2.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4d51befc-956f-4bc2-919d-d77c6a6529af.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5c8cc19b-2fd5-426c-93d3-c19fecf44fe8.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/eed6592e-223e-4af7-992e-c708b5deb7f2.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d880c237-6b5f-4e45-9de6-ee82f5ad4369.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9e68e111-2953-46aa-83e2-ec91cdbe39bf.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4d51befc-956f-4bc2-919d-d77c6a6529af.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5c8cc19b-2fd5-426c-93d3-c19fecf44fe8.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/eed6592e-223e-4af7-992e-c708b5deb7f2.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d880c237-6b5f-4e45-9de6-ee82f5ad4369.jpeg

Menunggu Kepastian BBM Sintetis, Lamborghini Belum Mau All In Produksi EV

30 October 2023

dilihat 95x

Mobilku.com - Lamborghini sebelumnya telah berkomitmen untuk membuat kendaraan listrik murni di masa mendatang, namun tujuan tersebut tidak akan terjadi dalam waktu dekat.


Pabrikan supercar Italia tersebut mengatakan bahwa mereka tidak pernah akan meninggalkan mesin pembakaran hingga waktu yang cukup lama. CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, mengatakan bahwa mereka akan selalu membuka pintu untuk produksi mesin pembakaran selama beberapa tahun kedepan.


Salah satu alasan yang membuat mereka teguh pada pendiriannya adalah kurangnya dukungan penggunaan bahan bakar sintetis dari beberapa negara anggota Uni Eropa. Selama bahan bakar sintetis yang ramah lingkungan masih ada, beralih menuju full elektrifikasi adalah tindakan yang beresiko dan akan membuat pelanggan lama mereka beralih ke pabrikan lain.


“Mobil sport berbahan bakar sintetis akan menjadi lompatan yang lebih mudah bagi kami, namun kami harus menunggu dan melihat apa yang diputuskan oleh legislator dan apakah kami dapat mencapai kesepakatan global mengenai kelayakannya,” kata Winkelmann.


Hal ini penting bagi perusahaan yang menjual mobil di seluruh dunia, karena tidak mungkin berinvestasi dalam jumlah besar di sektor EV, mengingat masih ada teknologi bahan bakar sintetis yang juga ramah lingkungan.


“Kami akan melakukan hibridisasi, dan mobil tersebut akan bertahan selama delapan atau mungkin sepuluh tahun kedepan. Jadi, mengingat siklus pengembangan mobil sport baru umumnya adalah empat tahun, kita masih punya waktu yang cukup lama untuk mengamati dan menunggu hingga gambaran pasarnya menjadi jelas,” tambah Winkelmann.


Namun jika memang era kendaraan listrik tidak dapat dihindari, maka Lamborghini mau tidak mau memang harus berpindah. Dan ketika nanti supercar Lambo menjadi serba listrik, mereka ingin menjamin sensasi berkendaranya akan sama seperti pendahulunya, atau bahkan lebih baik lagi.


Singkatnya, supercar Lambo akan terus beroperasi dengan elektrifikasi sebagai produk pelengkap saja. Winkelmann secara bisnis ingin agar mobil hybrid menjadi ujung tombak sebelum akhirnya beralih menuju full EV.


Ini artinya, kita masih bisa mendengar suara raungan mesin Lambo setidaknya hingga 2030. Sekarang hanya tinggal menunggu bagaimana keputusan regulator terkait undang-undang emisi yang akan mereka berlakukan.




0 Komentar


Tambah Komentar