https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/89c42218-919f-4de7-a2db-d7e5921bd361.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/faa20352-fac7-45d9-b963-d929440e6669.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b9425899-92aa-482d-8a48-4bcb6c90f4b5.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0f3dedf0-8e05-42d2-ac62-f6268e451a6a.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6b441a38-64af-4595-9ce8-f65a232b1fb7.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/89c42218-919f-4de7-a2db-d7e5921bd361.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/faa20352-fac7-45d9-b963-d929440e6669.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6b441a38-64af-4595-9ce8-f65a232b1fb7.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/89c42218-919f-4de7-a2db-d7e5921bd361.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/faa20352-fac7-45d9-b963-d929440e6669.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b9425899-92aa-482d-8a48-4bcb6c90f4b5.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0f3dedf0-8e05-42d2-ac62-f6268e451a6a.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6b441a38-64af-4595-9ce8-f65a232b1fb7.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/89c42218-919f-4de7-a2db-d7e5921bd361.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/faa20352-fac7-45d9-b963-d929440e6669.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b9425899-92aa-482d-8a48-4bcb6c90f4b5.jpg

Masa Depan Kendaraan Hidrogen

17 September 2019

dilihat 87x

Mobilku.com - Sepuluh tahun yang lalu, mobil hidrogen tampak menjadi solusi untuk pengganti kendaraan berbahan bakar fosil. Namun setelah perkembangan pesat dari kendaraan elektrik, mobil hidrogen masih sulit ditemukan, mahal dan hanya tersedia pada area tertentu.


Bosch baru-baru ini berinvestasi pada produsen truk hidrogen, Nikola, dan mulai mengerjakan komponen hidrogen meskipun tidak termasuk dalam pasar kendaraan hidrogen dalam 15 tahun terakhir. Perusahaan tersebut bekerja secara cepat dalam mengembangkan sistem kontrol untuk powertrain hidrogen.


Sehingga ketika teknologi mobil hidrogen tidak menjadi pilihan banyak orang, salah satu perusahaan terpenting dalam industri otomotif akan terlibat dalam pasar ini.


Dua hal besar telah berubah sejak Bosch melakukan investasi ini. Pertama, mobil hidrogen terdahulu membutuhkan tangki dan sistem yang besar yang menghabiskan ruang bagasi dan mesin mereka. Hal ini menyebabkan kendaraan tersebut menjadi kurang praktis dibandingkan dengan mobil elektrik dan konvensional.


Kedua, mobil hidrogen terdahulu memiliki baterai yang mahal dan lemah. Hal ini menguras bahan bakar yang harus menghasilkan energi secepatnya untuk membantu baterai menyediakan tenaga agar bisa melakukan akselerasi secara cepat.


Sekarang, baterai-baterai lebih murah dan lebih banyak drivetrain serta ruang penyimpanan yang membantu bisnis mobil hidrogen. Salah satu alasan yang menyebabkan kendaraan hidrogen belum memenuhi ekspektasi adalah karena awalnya kendaraan hidrogen dilihat sebagai jalan keluar dari berbagai masalah tanpa mempertimbangkan perubahan sikap mengemudi dan biaya. Seiring berjalannya waktu, kurangnya investasi infrastruktur dan mahalnya kendaraan membuatnya sulit bersaing dengan kendaraan elektrik yang lebih murah dan memiliki jangkauan yang jauh lebih besar.


Pada banyak kasus penggunaan dan bagi sebagian besar masyarakat, kendaraan elektrik masih dianggap lebih murah. Sehingga Bosch tidak mempertaruhkan masa depannya pada mobil hidrogen tersebut. Melainkan, mereka memperkirakan bahwa 20 persen dari mobil dan truk non-konvensional akan menjadi kendaraan dengan sel bahan bakar.

0 Komentar


Tambah Komentar