https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/75b38c8c-694f-4a2f-b58a-827954d5f995.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f358d8c2-f44e-4c93-837c-b0cd6b943968.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a79975f0-47aa-4993-bfc7-d49a6775dce4.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/cc50efa3-6078-4d43-9b8d-617a47ed847b.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/69ab95af-7c02-4549-b95b-0e76d9a6e252.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/75b38c8c-694f-4a2f-b58a-827954d5f995.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f358d8c2-f44e-4c93-837c-b0cd6b943968.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/69ab95af-7c02-4549-b95b-0e76d9a6e252.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/75b38c8c-694f-4a2f-b58a-827954d5f995.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f358d8c2-f44e-4c93-837c-b0cd6b943968.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a79975f0-47aa-4993-bfc7-d49a6775dce4.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/cc50efa3-6078-4d43-9b8d-617a47ed847b.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/69ab95af-7c02-4549-b95b-0e76d9a6e252.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/75b38c8c-694f-4a2f-b58a-827954d5f995.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f358d8c2-f44e-4c93-837c-b0cd6b943968.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/a79975f0-47aa-4993-bfc7-d49a6775dce4.jpg

Maraknya SPAC Membuat Saham Startup Menjadi Saham Gorengan

18 May 2021

dilihat 66x

Mobilku.com - Selama setahun terakhir ini sudah cukup banyak perusahaan yang berhasil IPO melalui akuisisi khusus, atau SPAC. Namun dibalik keberhasilan IPO tersebut, sebuah gelembung besar menanti di bursa saham yang siap menghantam mereka.


Laporan terbaru dari Bloomberg mengatakan bahwa valuasi untuk perusahaan SPAC seperti Nikola, Canoo, Arrival, Fisker, dan Lordstown Motors telah turun lebih dari $ 40 miliar karena investor mulai sadar bahwa saham-saham tersebut kurang stabil. 


Beberapa perusahaan seperti Lordstown Motors dan Nikola, diketahui telah diserang oleh gempuran short-seller. Yang lainnya seperti Fisker, tampaknya salah mengarahkan pasar. Hampir semua dari mereka tampaknya mengalami kekacauan, mungkin hanya Canoo yang sejauh ini masih terbilang cukup baik-baik saja.


Arrival, sebuah startup EV yang mengembangkan EV bersama Uber mungkin bisa dibilang memiliki nasib yang paling baik dibandingkan semuanya. Perusahaan dengan valuasi lebih dari $ 11 miliar tersebut, dinilai lebih sukses dan dapat bertahan dibandingkan dengan Nikola yang semula valuasinya $ 29 miliar merosot jadi $ 5 miliar.


Meledaknya gelembung ini disebabkan semua startup ini hanya menawarkan teknologi dan belum produk yang benar-benar nyata. Hal tersebut juga didorong dengan harapan harga saham mereka dapat melesat layaknya harga saham Tesla kala itu. Padahal, apa yang diraih Tesla merupakan kerja keras jangka panjang dan bukanlah antusiasme sesaat.

0 Komentar


Tambah Komentar