https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f84ca865-3a3c-4477-bf3f-898652bbc5be.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ae0f6b46-0535-4099-bf99-e5aa9c8f08fe.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3d93896c-d46a-414f-bf6b-94971d00ac5d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e6979879-fa0e-49d4-93e0-db7be27e56af.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/55efbe22-c61a-400d-8428-58efa2a231cd.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f84ca865-3a3c-4477-bf3f-898652bbc5be.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ae0f6b46-0535-4099-bf99-e5aa9c8f08fe.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/55efbe22-c61a-400d-8428-58efa2a231cd.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f84ca865-3a3c-4477-bf3f-898652bbc5be.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ae0f6b46-0535-4099-bf99-e5aa9c8f08fe.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3d93896c-d46a-414f-bf6b-94971d00ac5d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e6979879-fa0e-49d4-93e0-db7be27e56af.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/55efbe22-c61a-400d-8428-58efa2a231cd.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f84ca865-3a3c-4477-bf3f-898652bbc5be.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ae0f6b46-0535-4099-bf99-e5aa9c8f08fe.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/3d93896c-d46a-414f-bf6b-94971d00ac5d.jpeg

Makin Banyak Perusahaan Melirik Teknologi Hydrogen Toyota

29 September 2022

dilihat 179x

Mobilku.com - Banyak pabrik otomotif sudah mulai melakukan transisi dari mesin pembakaran menuju elektrifikasi, dan Toyota adalah salah satunya.


Namun, Toyota punya mimpi lain yang juga sama besarnya, yakni mengembangkan mesin bertenaga hidrogen sebagai alternatif dari mobil listrik bertenaga baterai. Alasan Toyota mengembangkan teknologi hydrogen lantaran mereka percaya bahwa teknologi hidrogen akan menjadi pengganti yang cocok untuk mesin ICE.


Toyota belum lama ini bahkan telah mendemonstrasikan GR Yaris yang dibuat khusus dengan mesin pembakaran bertenaga hidrogen, dan terbukti mampu berjalan dengan baik. Atas dasar inilah Toyota melihat bahwa modifikasi mesin ICE yang ditenagai hydrogen akan lebih baik dibandingkan baterai listrik.


Dorongan Toyota untuk pengembangan teknologi hidrogen tampaknya menjadi seruan tersendiri bagi pihak yang sedang berlari menuju mobil EV baterai. Terlebih lagi, Toyota tidak hanya vokal tentang hebatnya FCEV—tetapi juga menganjurkan jika mesin ICE menggunakan bahan bakar hidrogen daripada bensin atau solar.


Presiden perusahaan, Akio Toyoda, telah lama berpendapat bahwa masalah yang terjadi pada mesin pembakaran bukanlah pembakaran itu sendiri, melainkan produk sampingan karbon dari hasil pembakaran bahan bakar fosil. Itulah mengapa hidrogen yang lebih bersih adalah solusi sempurna di mata Toyoda.


Akan tetapi masalah terbesar pada teknologi hidrogen adalah proses pengisian bahan bakar. Sama seperti mobil listrik, kendaraan hidrogen memiliki masalah yang cukup rumit, seperti terbatasnya stasiun pengisian. Selain itu, banyak pihak juga harus berinvestasi dalam infrastruktur pengisian hidrogen, tentu dengan dana yang tidak sedikit. 


Apapun mimpi besar Toyota, tampaknya mendapatkan beberapa teman seperjuangan dengan gagasan yang sama adalah hal yang cukup sulit. Tidak menutup kemungkinan jika suatu hari nanti dunia akan melihat kebangkitan mobil hidrogen, seperti halnya melihat mobil listrik saat ini.



0 Komentar


Tambah Komentar