https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/652b90d3-dd13-4df9-85d4-ff814deb3154.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/fb5d8f6e-37ae-4c24-aef2-a8413af1bfcc.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ac2bda6d-f2c6-4058-8184-0c04aedbe234.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/af1c525a-bcc5-45f7-8231-f5977def974e.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6d39caa7-001b-49b9-9151-9ffe83e014be.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/652b90d3-dd13-4df9-85d4-ff814deb3154.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/fb5d8f6e-37ae-4c24-aef2-a8413af1bfcc.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6d39caa7-001b-49b9-9151-9ffe83e014be.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/652b90d3-dd13-4df9-85d4-ff814deb3154.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/fb5d8f6e-37ae-4c24-aef2-a8413af1bfcc.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ac2bda6d-f2c6-4058-8184-0c04aedbe234.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/af1c525a-bcc5-45f7-8231-f5977def974e.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6d39caa7-001b-49b9-9151-9ffe83e014be.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/652b90d3-dd13-4df9-85d4-ff814deb3154.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/fb5d8f6e-37ae-4c24-aef2-a8413af1bfcc.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ac2bda6d-f2c6-4058-8184-0c04aedbe234.jpg

Lebanon dan Jepang Tidak Memiliki Perjanjian Ekstradisi: Bagaimana Nasib Carlos Ghosn?

03 March 2020

dilihat 285x

Mobilku.com - Wakil menteri Jepang Hiroyuki Yoshiie saat ini sedang berada di Lebanon untuk menarik kembali Carlos Ghosn agar dapat diadili di Jepang. Namun, presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan kepada wakil menteri yang sedang berkunjung tersebut bahwa mantan bos Nissan yang buron saat ini tidak akan diekstradisi kembali ke Jepang dan tetap berada di tangan pengadilan negara Lebanon.


Meskipun Carlos Ghosn diawasi secara ketat, ia berhasil kabur dari Jepang dan minggat ke Lebanon pada akhir tahun lalu. Ghosn telah membayar sebesar 14 juta dolar AS untuk menghindari tuduhan pelanggaran keuangan yang bisa dijatuhi hukuman penjara hingga 15 tahun.


Ghosn ditangkap di Jepang pada akhir tahun 2018 dengan tuduhan pendapatan yang tidak dilaporkan dan pelanggaran kepercayaan. Namun, Carlos Ghosn yang telah memimpin Nissan selama hampir 20 tahun, mengatakan bahwa dia tidak bersalah dan melarikan diri dari Jepang karena merasa tidak dapat diadili secara fair disana.


Presiden Aoun mengatakan kepada Yoshiie bahwa Lebanon sudah berulang kali mengirim surat ke Jepang untuk menanyakan kasus Ghosn ketika dia ditahan, tetapi tidak mendapat tanggapan resmi sama sekali.


Presiden negara Lebanon juga menekankan kalau kedua negara tersebut tidak memiliki perjanjian ekstradisi, dan menambahkan bahwa Ghosn memasuki Lebanon secara legal melalui bandara internasionalnya menggunakan paspor Perancis dengan kartu identitas Lebanon. Jaksa penuntut Lebanon telah mengeluarkan larangan bepergian untuk Ghosn pada bulan Januari dan memintanya untuk menyerahkan paspor Perancis miliknya.

0 Komentar


Tambah Komentar