https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7bd574fa-4ec2-45cc-88fc-6bb37af1f039.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/eacd14ac-e7a5-4799-8be3-abde816e38b7.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/60d638cf-0b27-44d4-bfbe-119d1d1975d4.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4e881111-d76b-40fd-b0dc-fbbd6bb87d5f.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/293df37d-d2b8-404a-a2a2-11e6a87a4db2.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7bd574fa-4ec2-45cc-88fc-6bb37af1f039.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/eacd14ac-e7a5-4799-8be3-abde816e38b7.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/293df37d-d2b8-404a-a2a2-11e6a87a4db2.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7bd574fa-4ec2-45cc-88fc-6bb37af1f039.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/eacd14ac-e7a5-4799-8be3-abde816e38b7.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/60d638cf-0b27-44d4-bfbe-119d1d1975d4.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4e881111-d76b-40fd-b0dc-fbbd6bb87d5f.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/293df37d-d2b8-404a-a2a2-11e6a87a4db2.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7bd574fa-4ec2-45cc-88fc-6bb37af1f039.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/eacd14ac-e7a5-4799-8be3-abde816e38b7.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/60d638cf-0b27-44d4-bfbe-119d1d1975d4.jpeg

Kurang Laku, Mercedes Benz Mundurkan Target Penjualan EV Ke Tahun 2030

23 February 2024

dilihat 80x

Mobilku.com - Mercedes-Benz Group AG dilaporkan akan memundurkan target elektrifikasi selama lima tahun penuh, dari sebelumnya ditargetkan tercapai di tahun 2025 menjadi tahun 2030.


CEO Ola Kallenius secara umum berhati-hati dalam menargetkan elektrifikasi, karena mobil listrik saat ini hanya menyumbang 11% dari total penjualan, 19% termasuk mobil hibrida. Angka ini bukanlah angka yang memuaskan, mengingat tahun 2025 hanya kurang dari 12 bulan.


Khususnya, Kaellenius juga menjelaskan kepada pelanggan dan investor bahwa Mercedes-Benz masih memiliki posisi yang baik untuk terus memproduksi mobil bermesin pembakaran. Inilah hal yang membuat mereka mundur satu langkah dari tujuan 100 persen EV yang beberapa tahun lalu sangat menggebu-gebu.


Lambatnya adopsi EV disebabkan pertumbuhan ekonomi yang lambat di pasar Eropa. Hal ini berpengaruh pada kemacetan rantai pasokan, dan serta persaingan global yang sudah semakin ketat.


Bukan hanya di Eropa, lambatnya penjualan kendaraan listrik juga terjadi di pasar Amerika Utara. Pihak Mercedes bahkan tidak berharap dapat melihat lonjakan permintaan listrik dalam waktu dekat. “Tentunya tidak akan bisa tembus 100% pada tahun 2030. Setidaknya pasar Eropa terlebih dahulu, baru beralih ke yang lain,” kata Ola.


Tidak hanya Mercedes, Tesla juga sempat memperingatkan bahwa perusahaan bersiap menghadapi pertumbuhan penjualan yang jauh lebih lambat pada tahun 2024, sementara perusahaan yang hanya bergerak di bidang kendaraan listrik seperti Rivian dan Lucid mengatakan mereka memperkirakan produksi datar tahun ini.




0 Komentar


Tambah Komentar