https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/fa4e6af4-e4f3-4055-a117-29c9520036b9.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e42a558a-aa57-47c4-b8e4-2871bc49dbf0.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b7042a04-5f72-4835-80e1-7ea95150b6ac.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5b09c2bd-d8b1-413c-a3ef-57f81472075e.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e9b641c6-b648-4ccf-9c05-1eefd952440c.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/fa4e6af4-e4f3-4055-a117-29c9520036b9.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e42a558a-aa57-47c4-b8e4-2871bc49dbf0.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e9b641c6-b648-4ccf-9c05-1eefd952440c.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/fa4e6af4-e4f3-4055-a117-29c9520036b9.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e42a558a-aa57-47c4-b8e4-2871bc49dbf0.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b7042a04-5f72-4835-80e1-7ea95150b6ac.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5b09c2bd-d8b1-413c-a3ef-57f81472075e.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e9b641c6-b648-4ccf-9c05-1eefd952440c.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/fa4e6af4-e4f3-4055-a117-29c9520036b9.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e42a558a-aa57-47c4-b8e4-2871bc49dbf0.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b7042a04-5f72-4835-80e1-7ea95150b6ac.jpeg

Kiprah Mobil Hidrogen Tidak Begitu Sukses, Toyota: Mungkin Lebih Cocok Untuk Commercial Vehicles

30 October 2023

dilihat 74x

Mobilku.com - Toyota dikenal sebagai pelopor dalam menghadirkan kendaraan teknologi sel bahan bakar hidrogen (FCV). Mereka mewujudkan penggunakan teknologi tersebut pada mobil Toyota Mirai, sebagai model hidrogen pertama yang diproduksi secara massal. Namun, pendekatan tersebut akan segera berakhir.


Hiroki Nakajima, selaku Kepala Teknis dari Toyota, mengatakan bahwa kiprah Mirai tidak begitu berjalan dengan sukses karena beberapa faktor, beberapa di antaranya adalah infrastruktur pendukung yang masih sangat sedikit.


“Kami sudah mencoba Mirai tapi belum berhasil. Ini dikarenakan stasiun hidrogen sangat sedikit dan sulit diwujudkan, jadi penjualan Mirai lebih sedikit volumenya,” ujar Nakajima.


Nakajima menambahkan bahwa bahan bakar hidrogen lebih cocok digunakan pada kendaraan komersial, seperti truk. Hal ini dikarenakan kendaraan tersebut memiliki kemampuan untuk membangun jaringan bahan bakar yang lebih terkontrol dan terpusat.


“Sejumlah besar truk dapat mengoperasikan jaringan bahan bakar ke lainnya dengan mudah, sehingga Anda dapat mengoperasikan stasiun dengan lebih stabil. Kendaraan komersial adalah area yang paling penting untuk mencoba melanjutkan penggunaan hidrogen,” ucap Nakajima.


Meski demikian, Toyota belum mau menyerah dalam menghadirkan mobil berpenumpang berbahan bakar hidrogen. Mereka saat ini mencari cara untuk mengurangi ukuran komponen termasuk tumpukan sel bahan bakar dan tangki agar dapat diterapkan pada berbagai jenis mobil dan memperluas jangkauannya.


Saat ini, segmen FCV masih terbatas, dengan Toyota Mirai dan Hyundai Nexo menjadi perwakilan utama. Penjualan FCV lebih banyak mengecewakan di California, AS, dan infrastruktur yang terbatas menyebabkan segmen ini tidak banyak perhatian tersorot. 


Namun, dari segi efisiensi dan ramah lingkungan, kendaraan hidrogen tidak kalah dengan kendaraan listrik, karena hanya mengeluarkan uap air sebagai hasil pembakaran tanpa emisi berbahaya.


Keunggulan lainnya adalah efisiensi dalam penggunaan bahan bakar, di mana FCV memiliki efisiensi konversi energi yang lebih tinggi dibandingkan mesin pembakaran internal konvensional. Pengisian daya mobil berbahan bakar hidrogen juga lebih cepat, hanya perlu beberapa menit untuk mencapai daya penuh.




0 Komentar


Tambah Komentar