https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/12b15518-44fd-47af-8505-8ec0828f38b2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/89d907a5-afd9-4803-82a4-d03ba44739fa.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ee80c15f-1ead-4925-b9cf-c0eae416f43d.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c3f8e7dc-5cc7-4698-9e17-17084721b6bd.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/fc2a8b4c-e702-423b-9fc1-c9b800a9f995.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/12b15518-44fd-47af-8505-8ec0828f38b2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/89d907a5-afd9-4803-82a4-d03ba44739fa.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/fc2a8b4c-e702-423b-9fc1-c9b800a9f995.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/12b15518-44fd-47af-8505-8ec0828f38b2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/89d907a5-afd9-4803-82a4-d03ba44739fa.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ee80c15f-1ead-4925-b9cf-c0eae416f43d.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c3f8e7dc-5cc7-4698-9e17-17084721b6bd.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/fc2a8b4c-e702-423b-9fc1-c9b800a9f995.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/12b15518-44fd-47af-8505-8ec0828f38b2.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/89d907a5-afd9-4803-82a4-d03ba44739fa.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ee80c15f-1ead-4925-b9cf-c0eae416f43d.JPG

Kelalaian Rental Ini Sebabkan Ratusan Orang Jadi Korban Salah Tangkap

11 November 2021

dilihat 113x

Mobilku.com - Rakasa rental mobil asal AS (Hertz) dikabarkan kembali menghadapi sidang atas tuntutan ratusan pelanggan yang mengaku telah ditangkap secara tidak sah bahkan hingga dipenjara karena menyewa mobil yang menurut Hertz telah hilang dicuri.


Menurut media setempat, Hertz dituntut oleh 165 pelanggan yang melaporkan bahwa mereka menerima pengalaman buruk ketika menyewa mobil Hertz, dan dituduh sebagai pencuri meskipun beberapa diantaranya merupakan pelanggan tetap dari Hertz.


Dalam sebuah wawancara, dua penuntut bernama James Tolen dan tunangannya Krystal Carter bercerita tentang pengalaman mereka dihentikan oleh polisi ketika sedang mengendarai mobil sewaan dari Hertz.


Tolen bahkan sangat ingat ketika petugas menodongkan senjata kepadanya, dan diberitahu bahwa Tolen telah mengendarai kendaraan curian. Dalam suasana mencekam tersebut, Tolen memohon kepada polisi agar mereka membaca kontrak sewanya, yang mencantumkan bahwa dia adalah penyewa resmi dan tidak ada kaitannya dengan pencurian. 


Setelah di verifikasi, Tolen akhirnya dibebaskan dan salah satu petugas menelepon Hertz agar selalu mencabut laporan mobil hilang mereka jika mobil sudah ditemukan. Kejadian yang dialami oleh Tolen dinilai sebagai kelalaian Hertz yang tidak pernah menarik kembali laporan mobil hilangnya, dan menganggap hal tersebut adalah tugas kepolisian. 


Seolah tidak terima dianggap lalai dalam bertugas, juru bicara Hertz mengatakan bahwa pihak kepolisian lah yang harusnya aktif merespon masalah kehilangan. Bagaimanapun juga, kepolisian dibiayai oleh pembayar pajak dan lebih tahu tentang tindak kejahatan.


Hertz juga mengatakan kepada media bahwa para penuntutnya "tidak berdasar," dan berharap agar masalah diselesaikan karena semua ini hanyalah kesalahan teknis. 


Terlepas dari pernyataan yang diberikan oleh Hertz, perusahaan rental tersebut seharusnya aktif menindaklanjuti laporan kendaraan yang dicuri, dan bekerja sama dengan pihak kepolisian agar pelanggan mereka tidak jadi korban salah tangkap.


Jika pihak Hertz masih terus abai dengan masalah sepele seperti ini, kasus salah tangkap akan terus terjadi, hingga berujung beralihnya konsumen dan hancurnya nama baik perusahaan.

0 Komentar


Tambah Komentar