https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0e0da355-3177-484a-8f17-84e5fcb38b19.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/82e5249c-570e-476c-b80d-a49a3b08b55d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f3093988-66cc-45e9-94af-ab5b999add4c.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5ef0ba38-1c77-4e0b-bcb8-11dd9ba25093.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7932ae1d-25b4-450d-889d-1159d7ec3dc1.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0e0da355-3177-484a-8f17-84e5fcb38b19.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/82e5249c-570e-476c-b80d-a49a3b08b55d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7932ae1d-25b4-450d-889d-1159d7ec3dc1.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0e0da355-3177-484a-8f17-84e5fcb38b19.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/82e5249c-570e-476c-b80d-a49a3b08b55d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f3093988-66cc-45e9-94af-ab5b999add4c.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5ef0ba38-1c77-4e0b-bcb8-11dd9ba25093.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7932ae1d-25b4-450d-889d-1159d7ec3dc1.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0e0da355-3177-484a-8f17-84e5fcb38b19.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/82e5249c-570e-476c-b80d-a49a3b08b55d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f3093988-66cc-45e9-94af-ab5b999add4c.jpg

Kekurangan Komponen, Honda dan Nissan Pangkas Jumlah Produksi

10 February 2021

dilihat 57x

Mobilku.com - Dua raksasa otomotif asal Jepang, Honda dan Nissan, dikabarkan akan mengurangi penjualan sebanyak 250.000 unit mobil pada tahun 2021 karena kekurangan pasokan global komponen chip semikonduktor.


Akibat berkurangnya komponen chip semikonduktor, Honda terpaksa memangkas target penjualannya menjadi 100.000 unit kendaraan, atau 2,2%, menjadi total 4,5 juta unit. Sementara Nissan berencana akan menurunkan target penjualannya sebanyak 150.000 unit kendaraan, atau 3,6%, menjadi total 4,015 juta unit. 


Kedua pabrikan tersebut sangat menyayangkan kejadian ini, dan mengungkapkan bahwa akan ada masa depan yang lebih cerah untuk tahun keuangan yang berakhir pada Maret 2021. Bangkitnya permintaan dikarenakan pasar mobil terbesar di dunia, Tiongkok, sudah mulai kembali pulih dari kemerosotan yang disebabkan oleh virus corona. Namun, Honda dan Nissan memprediksi bahwa mereka akan mendapatkan hasil yang lebih baik di kuartal Oktober-Desember 2021.


Pihak Honda mengatakan bahwa saat ini mereka sedang menyusun rencana untuk memproduksi chip yang dapat mengoptimalkan produksi mobil. Mereka juga mengaku kekurangan chip ini sangat memukul bisnis mereka. "Model populer kami yang laku keras cukup terpukul akibat kekurangan komponen semikonduktor. Kini kami perlu menyesuaikan rencana produksi. Tapi itu semua belum cukup," kata Seiji Kuraishi, Chief Operating Officer Honda. 


Sementara itu, Nissan juga mengungkapkan hal yang sama dimana saat ini perusahaan yang bermarkas di Yokohama tersebut juga berusaha meminimalisir dampak dari kekurangan chip ini. "Kami sedang berusaha mengurangi dampak kekurangan semikonduktor dan melakukan yang terbaik untuk meminimalkan dampak negatifnya," kata Chief Executive Nissan Makoto Uchida.


Industri otomotif global telah cukup lama bergulat dengan kekurangan chip sejak akhir tahun lalu, yang dalam beberapa kasus diperburuk oleh sanksi pemerintah AS terhadap pabrik chip China. Pembuat chip Asia termasuk Taiwan Semiconductor Manufacturing Co, kini sedang memperluas produksi untuk menutupi kekurangan tersebut. Namun, mereka juga memperingatkan bahwa mereka memerlukan tambahan waktu agar bisa meningkatkan produksi.

0 Komentar


Tambah Komentar