https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/95734282-5bcb-4bb1-b518-50b536ae26e5.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c063ccaf-12a9-4bab-8b77-21b9fac5b51c.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d68a1e01-077c-43a6-ac02-c09f6e7cc978.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4957162f-e6a6-4999-8823-f9f165316803.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/89df59d6-7c0d-4cfa-8081-a8d845125fcb.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/95734282-5bcb-4bb1-b518-50b536ae26e5.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c063ccaf-12a9-4bab-8b77-21b9fac5b51c.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/89df59d6-7c0d-4cfa-8081-a8d845125fcb.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/95734282-5bcb-4bb1-b518-50b536ae26e5.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c063ccaf-12a9-4bab-8b77-21b9fac5b51c.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d68a1e01-077c-43a6-ac02-c09f6e7cc978.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/4957162f-e6a6-4999-8823-f9f165316803.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/89df59d6-7c0d-4cfa-8081-a8d845125fcb.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/95734282-5bcb-4bb1-b518-50b536ae26e5.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c063ccaf-12a9-4bab-8b77-21b9fac5b51c.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d68a1e01-077c-43a6-ac02-c09f6e7cc978.jpeg

Kakek 90 Tahun Divonis 5 Tahun Penjara Gegara Kecelakaan Yang Menewaskan Ibu dan Anak

03 September 2021

dilihat 492x

Mobilku.com - Kamis lalu pengadilan Jepang dengan berat hati harus memvonis seorang kakek berusia 90 tahun dengan hukuman lima tahun penjara, akibat kasus kecelakaan mobil yang menewaskan seorang anak berusia 3 tahun dan ibunya pada tahun 2019.


Pengadilan Distrik Tokyo menghukum Kozo Lizuka yang merupakan pensiunan di kementerian perdagangan dan industri, atas kelalaiannya yang mengakibatkan kematian dan cedera. Selain menewaskan seorang wanita dan anaknya, kecelakaan tersebut juga menyebabkan sang istri beserta 9 orang lainnya yang ada di dalam mobil mengalami luka berat dan harus dilarikan ke rumah sakit.


Kecelakaan ini sontak memicu simpati serta kekhawatiran besar atas risiko yang ditimbulkan oleh pengemudi lanjut usia. Hal tersebut juga mendorong para lansia untuk mengembalikan SIM mereka dan tidak lagi berkendara.


Dalam pembelaannya, Lizuka mengatakan bahwa ada masalah mekanis yang terjadi pada mobilnya, hingga menyebabkan mobil yang ia kemudikan lepas kendali. Dengan alasan tersebut, Lizuka juga bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah, karena mobilnya lah yang rusak.


Namun, pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak pengadilan tidak menemukan adanya masalah mekanis pada mobil yang Lizuka kendarai. Hasil forensik otomotif juga tidak menemukan adanya tanda-tanda Lizuka menginjak rem sebelum mobilnya menabrak korban dengan kecepatan 96 km/h di penyeberangan di pusat kota Tokyo.


Proses Penangkapan Yang Lama


Pasca kecelakaan, Lizuka sempat dirawat di rumah sakit karena cedera yang dia alami dan tidak ditangkap selama lebih dari satu tahun. Publik yang marah dan kecewa menilai bahwa Lizuka telah menerima perlakuan istimewa dari pihak kepolisian lantaran latar belakangnya yang merupakan mantan pejabat tinggi di kementerian.


Kampanye Keselamatan Berkendara


Menurut data kecelakaan dari kepolisian Jepang, sekitar 17% kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Tokyo pada tahun lalu di akibatkan oleh pengemudi lanjut usia.


Hal tersebut juga mendorong Pemerintah Jepang untuk meningkatkan kampanye kesadaran keselamatan bagi pengemudi lanjut usia, dimana Pemerintah menawarkan pelajaran mengemudi, mempromosikan penggunaan mobil dengan fitur keselamatan tambahan, serta mendorong orang tua untuk segera mengembalikan SIM mereka.

0 Komentar


Tambah Komentar