https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7ef4ba11-e290-4d40-b83f-ece4a96f33e5.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6098931d-f9e8-471a-bef0-c38521c782cd.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/524a791e-ef50-4c6d-815c-a2cdfd20ddfa.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6b768061-faf4-43fe-b955-be5b72572995.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/51fa0c39-fd1f-4272-8e7e-e24e8131738f.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7ef4ba11-e290-4d40-b83f-ece4a96f33e5.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6098931d-f9e8-471a-bef0-c38521c782cd.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/51fa0c39-fd1f-4272-8e7e-e24e8131738f.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7ef4ba11-e290-4d40-b83f-ece4a96f33e5.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6098931d-f9e8-471a-bef0-c38521c782cd.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/524a791e-ef50-4c6d-815c-a2cdfd20ddfa.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6b768061-faf4-43fe-b955-be5b72572995.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/51fa0c39-fd1f-4272-8e7e-e24e8131738f.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/7ef4ba11-e290-4d40-b83f-ece4a96f33e5.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/6098931d-f9e8-471a-bef0-c38521c782cd.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/524a791e-ef50-4c6d-815c-a2cdfd20ddfa.jpeg

Jutaan Mobil Di Jepang Terindikasi Skandal Manipulasi Uji Layak, Toyota Hingga Honda Minta Maaf

05 June 2024

dilihat 117x

Mobilku.com - Skandal manipulasi sertifikasi uji layak jalan pabrikan otomotif Jepang nyatanya telah berdampak pada jutaan mobil yang sudah didistribusikan. 


Menurut laporan Kyodo News pada Selasa (4/6/2024), sedikitnya ada 6,2 juta kendaraan yang terlibat atas pelanggaran ini. Produk itu akumulasi dari lima pabrikan raksasa seperti Toyota, Honda, Suzuki, Mazda, dan Yamaha. 


Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, serta Pariwisata Jepang (MLIT) menyebut kendaraan yang terlibat merupakan hasil produksi dari pabrik masing-masing perusahaan di Jepang.


Chairman Toyota Motor Corporation Akio Toyoda mengakui kesalahan itu, dan telah melakukan permintaan maaf. Pada konferensi persnya, ada tujuh model kendaraan yang terlibat dengan empat di antaranya sudah tidak lagi diproduksi sejak 2014. Rinciannya ialah Corolla Fielder, Corolla Axio, Yaris Cross, dan Crown, Isis, Sienta, serta RX. Perkiraan populasi kendaraan yang terlibat mencapai 1,7 juta unit.


Sementara dari sisi Honda, dijelaskan CEO Toshihiro Mibe, skandal melibatkan model CR-V, Accord, Fit, Jade, Vezel, Freed, NSX, Inspire, sampai Odyssey dan CR-Z. Perkiraan total populasi kendaraan yang terlibat mencapai 4,37 juta unit. Tapi mereka berdua memastikan mobil tetap aman digunakan untuk kebutuhan sehari-hari karena masalahnya bukan berada sisi teknis. 


Sementara untuk Mazda, model yang terlibat ialah Roadster RF dan hatchback Mazda2 dengan perkiraan populasi sebanyak 150.000 unit. Adapun Suzuki dan Yamaha meskipun belum mengungkap modelnya, perkiraan jumlah unit yang terlibat masing-masing sebesar 26.000 unit serta 7.000 unit kendaraan. 


Secara umum, berikut skandal sertifikasi yang melibatkan kelima perusahaan otomotif raksasa terkait; 


* Toyota: Menyerahkan data tidak akurat dan memanipulasi output mesin selama pengujian. 

* Mazda: Menulis ulang program pengendali mesin agar lolos uji emisi. 

* Yamaha (dan lainnya): Melaporkan hasil uji emisi yang dipalsukan. 


Atas kejadian ini, perusahaan melakukan penangguhan produksi dan distribusi model yang terdampak. Sementara MLIT akan melakukan inspeksi mendadak ke kantor para pabrikan dan mempertimbangkan sanksi administratif.




0 Komentar


Tambah Komentar