https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f2681946-c43a-4b76-a665-ab161fffc072.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/168f6dde-fd2f-45d2-abf4-b5a02db6b8bd.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b7370962-ead9-4eb4-aeb3-15cf8d82a7cc.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/de6a6285-ebdc-48fe-bafd-7d4dcec7e247.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ea6ceaf1-59ca-4186-81b8-ab5d026fd0f0.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f2681946-c43a-4b76-a665-ab161fffc072.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/168f6dde-fd2f-45d2-abf4-b5a02db6b8bd.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ea6ceaf1-59ca-4186-81b8-ab5d026fd0f0.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f2681946-c43a-4b76-a665-ab161fffc072.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/168f6dde-fd2f-45d2-abf4-b5a02db6b8bd.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b7370962-ead9-4eb4-aeb3-15cf8d82a7cc.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/de6a6285-ebdc-48fe-bafd-7d4dcec7e247.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ea6ceaf1-59ca-4186-81b8-ab5d026fd0f0.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f2681946-c43a-4b76-a665-ab161fffc072.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/168f6dde-fd2f-45d2-abf4-b5a02db6b8bd.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b7370962-ead9-4eb4-aeb3-15cf8d82a7cc.jpeg

Jumlah Kendaraan di Jakarta Menurun, Kualitas Udara Masih Tetap Buruk

05 September 2023

dilihat 96x

Mobilku.com - Kualitas udara di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Depok) pada Sabtu (2/9/2023) hingga pukul 11.00 WIB dilaporkan sebagai yang terburuk bila dibanding dengan kondisi sepanjang Agustus lalu. 


Data dari situs IQAir.com menunjukkan jika indeks kualitas udara wilayah Jakarta sebesar 168 (tidak sehat) dan konsentrasi Particulate Matter (PM) 2.5 mencapai 19,3 kali nilai panduan kualitas udara tahunan dari World Health Organization (WHO). Kondisi ini bahkan terjadi pada pagi akhir pekan, di saat mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan bermotor jauh lebih sedikit dibandingkan pada hari kerja.


Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, level emisi di udara tetap tinggi tinggi meski jumlah kendaraan bermotor yang beroperasi lebih sedikit. 


“Hal ini menandakan perlunya dikaji lebih dalam apakah kendaraan bermotor merupakan penyumbang terbesar polusi udara. Diperkirakan ada faktor lain di luar transportasi yang menyebabkan kualitas udara di akhir pekan cukup buruk, sama dengan di hari kerja,” ujar Febri.


Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat bahwa pencemaran udara terbesar berasal dari kendaraan sebesar 44 persen, kemudian 34 persen Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), lalu dari rumah tangga, dan sumber lainnya. 


"Penyebab utama pencemaran kualitas udara adalah kendaraan. Karena dalam catatan kita per 2022 itu ada 24,5 juta kendaraan bermotor dan 19,2 juta lebih sepeda motor," ujar Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, beberapa waktu lalu. 


Siti juga mengatakan, Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya untuk mengintervensi masalah kualitas udara di Jabodetabek. Salah satunya dengan mendorong masyarakat agar melakukan uji emisi terhadap kendaraan masing-masing. 


Hal ini pun langsung ditanggapi Pejabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, di mana Pemprov DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya telah memulai tilang uji emisi pada Jumat (1/9/2023).




0 Komentar


Tambah Komentar