https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b859e5ae-ec75-4af0-aa05-73736c2493db.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/14a821f6-4bbf-4faa-bfbd-b0c2d4cfc45d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8d51e16f-2bd4-4deb-8be7-2f576ca8c833.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f2cda241-27fc-4fb5-a165-cb0c53b33181.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5c962ee7-eddf-42f6-9c95-766f980b9742.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b859e5ae-ec75-4af0-aa05-73736c2493db.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/14a821f6-4bbf-4faa-bfbd-b0c2d4cfc45d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5c962ee7-eddf-42f6-9c95-766f980b9742.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b859e5ae-ec75-4af0-aa05-73736c2493db.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/14a821f6-4bbf-4faa-bfbd-b0c2d4cfc45d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8d51e16f-2bd4-4deb-8be7-2f576ca8c833.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/f2cda241-27fc-4fb5-a165-cb0c53b33181.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/5c962ee7-eddf-42f6-9c95-766f980b9742.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b859e5ae-ec75-4af0-aa05-73736c2493db.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/14a821f6-4bbf-4faa-bfbd-b0c2d4cfc45d.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8d51e16f-2bd4-4deb-8be7-2f576ca8c833.jpg

Ini Dia Pabrikan Mobil Dengan Jumlah Brand Terbanyak di Dalamnya

25 December 2021

dilihat 146x

Mobilku.com - Lebih dari 100 tahun yang lalu, pabrikan mobil yang sebelumnya berdiri sendiri kini sudah mulai berkumpul di dalam induk perusahaan yang sama. Proses tersebut berlanjut hingga sekarang, dan rasanya sulit menemukan pabrikan yang benar-benar berdiri sendiri.


Berikut ini kami merangkum beberapa pabrikan yang memiliki lebih dari satu merek di dalam perusahaannya.


Honda: 2 brand


Yang pertama ada Honda, salah satu pabrikan yang dianggap paling totalitas di dunia transportasi. Bagaimana tidak, perusahaan ini bukan hanya menghadirkan mobil tetapi juga sepeda motor, perahu, hingga pesawat terbang yang dijual menggunakan Honda.


Sadar memerlukan merek untuk divisi mobil mewah dan performa, Honda akhirnya mendirikan Acura pada tahun 1986 yang ditujukan untuk pasar Amerika Utara.


Toyota: 2 brand


Didirikan oleh keluarga Toyoda, Toyota telah menggunakan namanya sendiri untuk jutaan mobil yang diproduksi sejak tahun 1930-an. Merasa perlu melakukan ekspansi, pabrikan asal Jepang tersebut melahirkan Lexus pada tahun 1980-an, dengan tujuan untuk memproduksi mobil mewah.


Selain Lexus, Toyota sebenarnya memiliki brand Scion pada tahun 2003 yang ditujukan untuk pelanggan muda di AS. Namun sayang, merek ini hanya bertahan hingga tahun 2016.


BMW: 3 brand


Pada paruh kedua tahun 1990-an, BMW merupakan pemilik dari beberapa merek Inggris seperti Land Rover dan Riley.


Namun untuk penyesuaian bisnis pihak BMW kini lebih fokus pada MINI dan juga Rolls-Royce. Model Rolls-Royce terbaru bahkan diketahui telah berbagi teknologi dengan BMW 7-Series. 


Nissan: 3 brand


Seperti rival Jepangnya Toyota dan Honda, Nissan juga tidak ingin ketinggalan untuk menghadirkan divisi mobil mewah yang bernama Infiniti. Saat ini infinit lebih difokuskan untuk pasar Eropa dan Amerika. Selain Infiniti, Nissan juga memiliki Datsun yang merupakan nenek moyang berdirinya Nissan.


Untuk mengingat sejarah tentang berdirinya perusahaan. baru-baru ini nama Datsun juga telah kembali aktif di pasar India.


Hyundai: 4 brand


Hyundai Group bisa dibilang juaranya otomotif Korea Selatan. Beranggotakan Hyundai, Kia, Genesis, dan yang terbaru Ioniq, keempat saudara ini digadang-gadang akan jadi pemain besar tidak hanya di Asia tetapi juga di pasar lainnya.


Hyundai diketahui telah memegang kendali atas Kia sudah sejak lama. Kehadiran Genesis ditujukan untuk mengalahkan dominasi Acura, Lexus, dan juga Infiniti. Sedangkan Ioniq, adalah divisi baru yang diluncurkan untuk menghadapi era mobil listrik.


Chery Motor: 5 brand


Nama Chery Motor rasanya sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Pabrikan yang sempat mengaspal di Indonesia tersebut, diketahui memiliki lima brand lainnya seperti Cowin, Exceed, Karry, Jetour dan juga Qoros. 


Qoros bahkan sempat menjadi berita besar pada tahun 2013, dimana Qoros 3 menjadi mobil asal China pertama yang dianugerahi peringkat keamanan maksimum bintang lima oleh EuroNCAP.


General Motor: 6 brand


Di awal tahun-tahun awal berdirinya GM, perusahaan tersebut sering mengakuisisi hampir semua perusahaan mobil yang bisa mereka beli. Sejauh ini tercatat ada 40 merek otomotif seperti Oldsmobile, Opel, Pontiac, dan yang lainnya sempat berada di bawah GM.


Saat ini, GM memiliki empat brand yang terdiri dari Buick, Cadillac, Chevrolet, GMC. Dan ada juga dua brand hasil kerja sama SAIC-GM-Wuling, yang memproduksi merek Baojun dan Wuling.


Volkswagen: 10 brand


Volkswagen Group bisa dikatakan sebagai gurita otomotif yang unit bisnisnya dimana-mana. Tujuh yang paling familiar adalah Audi, Bentley, Lamborghini, Porsche, SEAT, Skoda dan juga Volkswagen sendiri.


Selain beberapa nama diatas, ada Ruf dan Jetta yang hingga saat masih digunakan sebagai nama model yang beroperasi di China. Volkswagen juga diketahui masih pemilik yang sah dari brand Auto Union, DKW, Horch, NSU dan juga Wanderer.


Stellantis: 15 brand


Berbeda dengan beberapa perusahaan sebelumnya, Stellantis didirikan sebagai organisasi payung untuk beberapa perusahaan otomotif agar bisa saling membantu untuk biaya produksi dan pengembangan teknologi.


Prosesnya dimulai pada tahun 2017, ketika PSA Group yang merupakan pemilik Citroen, DS dan juga Peugeot, mengambil alih GM Europe yang terdiri dari Opel dan Vauxhall. Empat tahun kemudian, grup ini mengajak Fiat, Abarth, Alfa Romeo, Chrysler, Dodge, Fiat Truck, Jeep, Lancia, Maserati dan juga Ram.

Beberapa orang bahkan menganggap Stellantis bukan seperti perusahaan, melainkan club otomotif yang siap go public.


0 Komentar


Tambah Komentar