https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/54722bbf-8d5a-488c-bf8f-4c3e406b7f95.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c428048f-5b2d-4adf-9859-56b99dfec953.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d6bb34ec-ec38-4e14-a650-a15e222320d4.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9493b7a6-1b35-4ebe-bed8-054a481ddee5.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/676e8ee5-2828-4da7-9e3a-9275cab6e789.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/54722bbf-8d5a-488c-bf8f-4c3e406b7f95.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c428048f-5b2d-4adf-9859-56b99dfec953.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/676e8ee5-2828-4da7-9e3a-9275cab6e789.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/54722bbf-8d5a-488c-bf8f-4c3e406b7f95.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c428048f-5b2d-4adf-9859-56b99dfec953.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d6bb34ec-ec38-4e14-a650-a15e222320d4.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9493b7a6-1b35-4ebe-bed8-054a481ddee5.JPG
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/676e8ee5-2828-4da7-9e3a-9275cab6e789.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/54722bbf-8d5a-488c-bf8f-4c3e406b7f95.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/c428048f-5b2d-4adf-9859-56b99dfec953.jpg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/d6bb34ec-ec38-4e14-a650-a15e222320d4.jpg

Indonesia Dilirik Sebagai Pusat Manufaktur Komponen EV

17 October 2020

dilihat 142x

Mobilku.com - CATL dan LG Chem dikabarkan telah memberi sinyal positif untuk bergabung dalam proyek manufaktur baterai di Indonesia dengan potensi nilai investasi lebih dari $ 20 miliar. Perusahaan-perusahaan tersebut bahkan telah menandatangani perjanjian secara terpisah dengan pihak Aneka Tambang Tbk untuk memproduksi produk baterai dengan menggunakan cadangan nikel yang ada di Indonesia.


Involved Company


Pihak LG Chem mengatakan bahwa mereka dan Aneka Tambang telah sepakat untuk menjajaki opsi usaha patungan, meskipun rencana tersebut masih dalam tahap yang sangat awal. Jika perjanjian ini berhasil, pihak LG Chem tentu akan sangat diuntungkan karena mereka akan mendapat suplai nikel yang stabil untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.


Sementara untuk CATL, mereka dikabarkan sudah menjadi bagian dari konsorsium yang membangun pabrik pemrosesan nikel dan infrastruktur pasokan baterai lainnya yang berlokasi di Sulawesi Tengah. Aneka Tambang kini juga sedang menjajaki kerjasama dengan pihak ketiga untuk mengkaji rencana pengembangan industri hilir bijih nikel.


Perusahaan lainnya termasuk PT Indonesia Asahan Aluminium, yang dikenal sebagai Inalum, dan PT Perusahaan Listrik Negara dikabarkan juga akan bekerja sama di bawah induk perusahaan Indonesia Battery. Mereka akan bekerjasama untuk memproduksi sel lithium-ion dengan Aneka Tambang dan juga perusahaan lainnya yang bergerak di bidang tersebut.


Kekayaan Nikel Indonesia


Menurut Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan di Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Septian Hario Seto mengatakan bahwa strategy tersebut akan sangat membantu Indonesia untuk dapat meningkatkan kapasitas pemrosesan logam hingga menjadi paket baterai. Seperti diketahui Indonesia memiliki cadangan nikel yang melimpah atau hampir seperempat cadangan nikel yang ada di dunia, dimana material tersebut adalah logam utama yang digunakan untuk pembuatan baterai mobil listrik. Selain itu, kerja sama ini juga berupaya untuk menghemat biaya produksi, serta membangun industri baterai dalam negeri agar dapat bersaing secara global.


Namun, kurangnya fasilitas produksi baterai lithium-ion yang ada di Indonesia membuat upaya untuk mengembangkan industri EV menjadi sedikit sulit. Selain itu, Indonesia juga tertinggal dari beberapa negara tetangga dalam mengeluarkan budget untuk research and development bidang tersebut.


Market Prospect Indonesia


Proyek bernilai lebih dari $ 30 miliar tersebut diciptakan untuk membuat Indonesia menjadi pusat produksi bahan baku baterai, kemasan baterai, hingga produksi mobil listrik. Investasi tambahan itu juga akan memberikan dukungan atas ambisi Presiden Joko Widodo yang ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat regional utama dalam industri ini. Besar kemungkinan setidaknya akan ada satu pabrik yang bisa mulai beroperasi sebelum akhir tahun depan, dengan catatan persetujuan lingkungan dan juga rencana pengelolaan limbah telah disetujui.

0 Komentar


Tambah Komentar