https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b6e00136-20f7-4644-99ad-fbb3c4e82d54.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ac423b2e-a687-4c44-a9b0-bbeaed829236.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/79b1b25b-7ae6-4466-84a4-aa74b22ce9bd.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/87577500-1d8d-42f7-8c1f-7cca9a2e0c64.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8cf8aa21-ea54-4a73-92d8-1c7dd86b4044.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b6e00136-20f7-4644-99ad-fbb3c4e82d54.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ac423b2e-a687-4c44-a9b0-bbeaed829236.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8cf8aa21-ea54-4a73-92d8-1c7dd86b4044.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b6e00136-20f7-4644-99ad-fbb3c4e82d54.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ac423b2e-a687-4c44-a9b0-bbeaed829236.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/79b1b25b-7ae6-4466-84a4-aa74b22ce9bd.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/87577500-1d8d-42f7-8c1f-7cca9a2e0c64.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/8cf8aa21-ea54-4a73-92d8-1c7dd86b4044.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/b6e00136-20f7-4644-99ad-fbb3c4e82d54.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/ac423b2e-a687-4c44-a9b0-bbeaed829236.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/79b1b25b-7ae6-4466-84a4-aa74b22ce9bd.jpeg

Indonesia Berpotensi Gandeng Negara Amerika Latin Untuk Kembangkan Baterai EV

20 September 2023

dilihat 125x

Mobilku.com - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengatakan bahwa mereka melihat adanya peluang untuk mengembangkan baterai kendaraan listrik atau EV dengan negara Amerika Latin. Beberapa negara tersebut di antaranya adalah Argentina, Chile dan Peru.


Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Koordinator Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Kadin, Sinta W Kamdani. Ia menjelaskan bahwa Argentina, Chile dan Peru merupaka negara yang kaya dengan sumber daya mineral penting untuk mendukung produksi baterai kendaraan listrik.


“Artinya, (Indonesia) mengimpor mineral dari beberapa negara ini untuk ditambahkan sebagai suplai (bahan baku) produksi EV di Indonesia karena mereka punya sumber dayanya, tetapi tidak punya pabriknya. Kondisi ini bisa menguntungkan Indonesia dalam memposisikan diri sebagai produsen EV global dan penghematan penggunaan cadangan sumber daya mineral kritis,” kata Sinta dalam jumpa pers soal Forum Bisnis Indonesia-Amerika Latin dan Karibia (INA-LAC) 2023 di Jakarta.


INA-LAC 2023 sendiri akan digelar di Jakarta pada 16-17 Oktober 2023. Kegiatan tersebut dinilai dapat memfasilitasi para pelaku usaha untuk bisa menjangkau pasar Amerika Latin dan Karibia.


Di sisi lain, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI Umar Hadi mengatakan penyelenggaraan forum tersebut cukup penting lantaran Indonesia memiliki kepentingan terhadap sumber-sumber daya mineral untuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik.


"Kawasan di sana sangat kaya dengan sumber daya mineral, seperti lithium, copper itu di sana membludak, sehingga semakin penting kerja sama kita dengan kawasan Amerika Latin dan Karibia untuk menjamin rantai pasok,” jelas Umar.




0 Komentar


Tambah Komentar