https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/feedback+icon-02.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/ask+me+icon.svg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/logoHeader.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/assets/human-logo.png
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e00195e3-f910-46e8-bf53-f3b4c06b66aa.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9349ff78-dc76-4d06-853e-bb7231d4241d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0a470e93-bd7f-4094-9c35-02bc96104e64.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e4f5b421-1cc4-4adb-a7ac-7619617d4ac7.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e1df3ad4-a4c2-4af0-b2ae-ff0084b30903.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e00195e3-f910-46e8-bf53-f3b4c06b66aa.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9349ff78-dc76-4d06-853e-bb7231d4241d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e1df3ad4-a4c2-4af0-b2ae-ff0084b30903.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e00195e3-f910-46e8-bf53-f3b4c06b66aa.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9349ff78-dc76-4d06-853e-bb7231d4241d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0a470e93-bd7f-4094-9c35-02bc96104e64.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e4f5b421-1cc4-4adb-a7ac-7619617d4ac7.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e1df3ad4-a4c2-4af0-b2ae-ff0084b30903.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/e00195e3-f910-46e8-bf53-f3b4c06b66aa.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/9349ff78-dc76-4d06-853e-bb7231d4241d.jpeg
https://mobilku.s3.ap-southeast-3.amazonaws.com/news/1000/0a470e93-bd7f-4094-9c35-02bc96104e64.jpeg

Hyundai Menambah Daftar Panjang Pabrikan Otomotif Yang Hengkang Dari Rusia

29 April 2023

dilihat 122x

Mobilku.com - Hyundai dilaporkan berencana untuk meninggalkan Rusia sepenuhnya jika pemerintah setempat menyetujui kesepakatan antara pembuat mobil Korea Selatan dan perusahaan Kazakh. 


Media Korea melaporkan bahwa negosiasi antara Hyundai dan investor Kazakh sudah dalam tahap akhir. Namun, sebelum semuanya menjadi resmi, kesepakatan itu harus disetujui oleh otoritas Rusia.


Hyundai sudah menghentikan operasinya sejak tahun lalu, tak lama setelah invasi Rusia ke Ukraina dimulai. Sekitar setahun yang lalu, perusahaan tersebut mengatakan sedang meninjau berbagai opsi untuk bisnisnya di Rusia tetapi tidak ada yang resmi sejak saat itu. 


Dalam pernyataan baru yang di Reuters, Hyundai mengatakan bahwa proses tersebut terus berlanjut dan sejauh ini belum ada keputusan yang diambil.


"Memang benar ada diskusi yang sedang berlangsung mengenai penjualan, tapi belum ada keputusan," kata Hyundai kepada jaringan TV Korea Selatan MBC.


Hyundai diketahui telah memproduksi sekitar 200.000 mobil setiap tahun di Rusia, mewakili sekitar 4 persen dari kapasitas produksi globalnya. Sebelum perang di Ukraina, Hyundai juga termasuk di antara tiga merek terlaris di Rusia bersama dengan Renault dan Kia.


Pabrikan asal Korea Selatan itu menjadi perusahaan berikutnya dari sektor otomotif yang keluar dari Rusia. Ford, Mercedes-Benz, Toyota, Renault, Suzuki, Stellantis, Honda, dan banyak lagi telah meninggalkan negara itu menyusul sanksi ekonomi dan larangan perdagangan Rusia. 


0 Komentar


Tambah Komentar